Ingat! Sepeda Masuk dalam Daftar Aset Laporan SPT Tahunan

Ingat! Sepeda Masuk dalam Daftar Aset Laporan SPT Tahunan

Ada hal baru yang harus diingat bagi setiap wajib pajak, khususnya yang memiliki sepeda. Dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan atau SPT Tahunan untuk tahun pajak 2020, sepeda masuk sebagai daftar aset yang harus dilaporkan.

Hal itu diingatkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), Kementerian Keuangan agar masyarakat memasukkan sepeda dalam daftar aset di Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan atau SPT pada tahun pajak 2020. 

Baca juga: Lalai Lapor SPT Tahunan Bisa Kena Denda hingga Sanksi Pidana

#KawanPajak, jika memiliki sepeda, baik untuk alat transportasi, olahraga, atau hobi, silakan memasukkannya ke dalam daftar harta di SPT Tahunan dengan kode harta 041. Selamat bersepeda di akhir pekan dan sehat selalu,” tulis akun Twitter @DitjenPajakRI.


Laman pajak.go.id yang membahas Harta (Yang Perlu Dilaporkan Dalam) SPT Tahunan menjelaskan, dalam buku petunjuk pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi secara global telah disebutkan tentang harta-harta apa saja yang perlu dilaporkan dalam SPT Tahunan.

“Kategori besarnya harta dalam bentuk kas dan setara kas, piutang, investasi, alat transportasi, harta bergerak lainnya dan harta tidak bergerak. Sub kategorinya secara spesifik menyebutkan uang tunai dan tabungan saham, obligasi, surat utang, reksa dana, sepeda motor, mobil, logam mulia, peralatan elektronik, dan tanah dan bangunan,” tulis laman tersebut. 

Baca juga: Kenali 7 Jenis Pajak yang Berlaku di Indonesia

Perkembangan kategori harta ini sendiri telah diantisipasi oleh pembuat kebijakan dengan memberikan opsi penambahan kata “lainnya” pada setiap sub kategori harta, seperti investasi lainnya, alat transportasi lainnya, dan harta tidak bergerak lainnya.

“Tabungan (harta) tak selalu dalam bentuk klasik, seperti rekening tabungan atau deposito. Banyak jenis harta lain yang dapat dipersamakan dengan tabungan, karena sifatnya yang menyimpan harta. Kendaraan, asuransi, penyertaan modal dan saham, tanah dan bangunan, barang elektronik bahkan ternak dapat juga diidentifikasi sebagai tabungan (harta),” tulis laman pajak.go.id.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 25, 2021, 10:12 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.