Kenali 7 Jenis Pajak yang Berlaku di Indonesia

Kenali 7 Jenis Pajak yang Berlaku di Indonesia

Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dikutip dari laman pajak.go.id, pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta wajib pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional.

Baca juga: Lalai Lapor SPT Tahunan Bisa Kena Denda Hingga Sanksi Pidana

Sesuai falsafah undang-undang perpajakan, membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban, tetapi merupakan hak dari setiap warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional.

Sebenarnya, apa saja jenis pajak yang ada di Indonesia? Direktorat Jenderal Pajak membagi pajak menjadi dua jenis, yakni Pajak Pusat dan Pajak Daerah. Jika diurai, sedikitnya ada tujuh jenis pajak yang berlaku di Indonesia.

1. Pajak Penghasilan (PPh)


Pajak Penghasilan atau PPh adalah pajak yang dibebankan atas suatu penghasilan yang diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri. Penghasilan yang dimaksud dapat berupa keuntungan usaha, gaji, honorarium, hadiah, dan yang lainnya.

Namun, bukan berarti setiap orang yang memiliki penghasilan menjadi wajib pajak. Ada Undang-Undang yang mengatur batas penghasilan yang terkena pajak penghasilan (PPh) yang disebut Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Pajak Pertambahan Nilai atau PPN adalah pungutan yang dikenakan dalam setiap proses produksi maupun distribusi. Itulah alasannya kita sering menemukan PPN dalam transaksi sehari-hari. Sebab, dalam PPN, pihak yang menanggung beban pajak adalah konsumen akhir atau pembeli.

Baca juga: Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Hingga Juni 2021

Nilai pajak pertambahan nilai (PPN) ini umumnya sebesar 10 persen dari harga barang atau jasa yang akan ditanggung oleh konsumen atau pembeli. Contohnya seperti pajak makan di restoran atau pajak membeli sepatu.

3. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM adalah pajak yang dikenakan pada barang yang tergolong mewah yang dilakukan oleh produsen (pengusaha) untuk menghasilkan atau mengimpor barang tersebut dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya.

Salah satu kriteria barang yang terkena PPnBM adalah pada umumnya barang tersebut dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan atas seperti mobil kelas premium atau apartemen mewah. Nilai pajaknya pun berbeda-beda tergantung penggolongan produks sesuai Undang-undang.

4. Bea Meterai (BM)


Bea Meterai atau BM adalah pajak yang dibebankan atas pemanfaatan dokumen, seperti surat perjanjian, akta notaris, serta kwitansi pembayaran, surat berharga dan efek, yang memuat jumlah uang atau nominal diatas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan. Penerbitan surat-surat dan dokumen ini membutuhkan Bea Materai yang nilainya akan masuk sebagai pajak.

5. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan, pemanfaatan dan atau penguasaan atas tanah dan atau bangunan. PBB dibayarkan oleh pemilik aset rumah atau tanah setiap tahunnya. Nilainya pun sudah diatur oleh perundang-undangan dan bisa berbeda tergatung lokasi daerahnya.

Baca juga: Pengertian dan Syarat Perencanaan Pajak

6. Pajak Provinsi

Pajak Provinsi adalah pajak yang diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi. Umumnya, jenis pajak yang termasuk dalam Pajak Provinsi seperti Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

7. Pajak Kabupaten/Kota

Serupa dengan Pajak Provinsi, Pajak Kabupaten/Kota adalah pajak-pajak yang diambil berdasarkan kebijakan kabupaten atau kota. Jenis pajaknya seperti Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan, dan Pajak Parkir.

Itulah jenis-jenis pajak di Indonesia yang perlu Anda ketahui agar dapat memaksimalkan tanggung jawab Anda sebagai wajib pajak. Jadilah wajib pajak yang baik agar Anda bisa membantu pembangunan negara dan wilayah.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 19, 2021, 9:18 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.