Sepanjang 2020, Total Restrukturisasi Investree Mencapai Rp9,86 Miliar

Sepanjang 2020, Total Restrukturisasi Investree Mencapai Rp9,86 Miliar

Terjadinya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 telah memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan khususnya bagi para pelaku UKM Indonesia yang disebut-sebut sebagai tulang punggung perekonomian negara.

Sepanjang 2020, Investree juga telah melakukan restrukturisasi fasilitas pinjaman terhadap tujuh UKM atau borrower yang terdampak Covid-19 dengan total pinjaman yang direstrukturisasi sebesar Rp 9,86 miliar.

Hal ini mengacu pada POJK No. 58 Tahun 2020 tentang Perubahan POJK No. 14 Tahun 2020 mengenai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank, penetapan kualitas aset berupa pembiayaan dan restrukturisasi pembiayaan bagi debitur yang terdampak Covid-19.

Baca juga: OJK Perpanjang Relaksasi Restrukturisasi Kredit Selama Setahun

Sementara itu dari sisi lender, Investree memperkuat perlindungan asuransi kredit dengan bekerja sama dengan rekanan asuransi. Fitur ini menjadi salah satu andalan Investree yang di-highlight selama masa pandemi karena manfaatnya yang dapat memberikan rasa tenang kepada para pemberi pinjaman.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak besar bagi perekonomian Indonesia, terutama para pelaku UKM. “Oleh karenanya, Investree tidak tinggal diam. Sudah banyak inisiatif untuk mendukung UKM mulai dari awal hingga akhir 2020 dan tentunya akan terus dilakukan bahkan dikembangkan pada 2021,” katanya.

Pada 2020 lalu, Investree telah melakukan berbagai inisiatif yang dapat mendorong UKM agar mampu bertahan dan bangkit di masa pandemi Covid-19, di antaranya dengan merintis Beyond Lending dengan menghadirkan fitur Billtree yang membantu para pelaku UKM mendapatkan akses pembiayaan tanpa hambatan melalui penyediaan sistem invoice elektronik atau e-invoicing.

Baca juga: Investree Siapkan Produk Pinjaman di Fase Transisi New Normal

Investree juga fokus menggarap kerja sama ekosistem untuk menyediakan bantuan pembiayaan yang lebih aman dengan skema rantai pasokan terutama di tengah masa pandemi antara lain dengan Mbiz, Pengadaan.com, dan perusahaan besar lainnya.

Investree juga berusaha menggerakkan roda perputaran sektor ritel dengan bekerja sama dengan beberapa rekanan yang merupakan ekosistem microfinance dalam memberikan bantuan pembiayaan produktif.

Mereka adalah Bukalapak, di mana Investree turut membantu menyalurkan pinjaman produktif bagi para penjual online-nya. Kemudian Gramindo, di mana Investree menyalurkan bantuan pembiayaan kepada nasabah mereka yang merupakan perempuan tanpa akses ke bank (unbankable).

“Kami juga mendistribusikan pembiayaan senilai Rp30 miliar kepada para pembudidaya ikan di Indonesia yang ada dalam ekosistem e-Fishery,” ungkap Adrian.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 9, 2021, 7:20 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.