Dampak Bank Syariah Indonesia terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional

Dampak Bank Syariah Indonesia terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional

Bank Syariah Indonesia sudah sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Penggabungan usaha tiga bank syariah milik Himbara ini dinilai memberi multiplier effect yang signifikan pada upaya pemerintah memulihkan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, penggabungan BRIsyariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri menjadi Bank Syariah Indonesia membawa sentimen positif untuk pelaku usaha maupun investor di pasar saham.

Menurutnya, kapasitas ketiga bank yang di-merger itu sudah kuat sehingga akan melahirkan entitas baru yang lebih tangguh dan berpotensi membawa dampak positif signifikan terhadap pemulihan ekonomi Indonesia tahun ini.

Baca juga: Ini Pesan Presiden Jokowi untuk Bank Syariah Indonesia

"Ini sudah sangat bagus merger syariah. Entitas baru ini akan mendapat size yang sangat besar, baik aset maupun cabang plus sumber daya manusia yang sangat berkualitas. Banyak hal yang mereka bisa lakukan untuk pemulihan ekonomi nasional," ujar dosen FEB Trisakti dan MET Atmajaya ini.

Entitas hasil merger yang bernama Bank Syariah Indonesia dapat secara kuat berkontribusi pada pembiayaan infrastruktur. Peran bank syariah ini juga akan besar dalam menambah dan memperluas pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Di samping itu, potensi penggalangan dana murah dari Bank Syariah Indonesia akan lebih baik. Bank Syariah Indonesia akan mempunyai saluran global yang mumpuni untuk menggalang dana murah non-kovensional, yang dapat digunakan dalam membiayai berbagai proyek strategis.


Sementara itu, Pengamat Perbankan Universitas Bina Nusantara Doddy Ariefianto menjelaskan, merger bank syariah akan membuat aset perbankan syariah menjadi semakin besar. "Bank apapun itu, dia memang harus besar. Ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus menciptakan pembiayaan berbiaya lebih terjangkau," jelasnya.

Entitas Bank Syariah Indonesia ini akan memiliki banyak pilihan untuk mengembangkan bisnis ke depan, terlebih karena faktor luasnya jaringan eksisting usaha bank yang terlibat merger yaitu PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, sekaligus Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Hery Gunardi mengatakan, Bank Syariah Indonesia menargetkan pembiayaan yang disalurkan dapat tumbuh di atas 70 persen hingga lima tahun mendatang.

Baca juga: Beroperasi 1 Februari 2021, Ini Logo Bank Syariah Indonesia

Penggabungan tersebut akan menciptakan bank syariah terbesar di Indonesia yang berdaya saing global dan memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar. Aksi korporasi ini telah menghasilkan bank syariah dengan produk konsumer yang beragam didukung oleh kemampuan teknologi untuk menyediakan pengalaman perbankan digital yang lebih baik.

Per Desember 2020, tiga bank syariah BUMN peserta merger tersebut mencatat total pembiayaan mencapai Rp156,51 triliun. Dengan demikian, pembiayaan ditargetkan mampu tumbuh 73,80 persen dalam lima tahun mendatang.

“Total aset hingga akhir tahun lalu sebesar Rp239,56 triliun. Dana pihak ketiga mencapai sebesar Rp209,98 triliun," ujar Hery dalam diskusi daring Syariah Economic Outlook: Ekonomi Syariah Indonesia 2021.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 3, 2021, 9:38 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.