Ini Aturan Upah dan Lembur dalam RPP UU Cipta Kerja

Ini Aturan Upah dan Lembur dalam RPP UU Cipta Kerja

Pemerintah menyelesaikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, serta Pemutusan Hubungan Kerja. RPP tersebut merupakan beleid turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Apa saja ketentuan upah dan lembur yang diatur dalam RPP turunan UU Cipta kerja tersebut? Berikut ini penjelasan yang dirangkum duitologi.com. Ada banyak pasal yang mengatur tentang ketenagakerjaan dalam RPP ini .

Dalam Pasal 20 ayat 2 poin (a) mengatur waktu kerja 7 jam dalam satu hari dan 40 jam dalam seminggu untuk enam hari kerja seminggu. “8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu,” bunyi Pasal 20 ayat 2 poin (b).

Baca juga: Berapa Uang Pesangon PHK Sesuai UU Cipta Kerja?

Kemudian, pada Pasal 21 mengatur waktu istirahat mingguan pekerja atau buruh. Poin (a) di pasal ini menerangkan waktu istirahat mingguan sebanyak satu hari untuk enam hari kerja dalam satu minggu. Kemudian pada poin (b), istirahat mingguan sebanyak dua hari untuk lima hari kerja dalam satu minggu.

Untuk lembur diatur dalam RPP Pasal 30. Pada ayat 1 di pasal tersebut menerangkan, perusahaan yang mempekerjakan pekerja atau buruh melebihi waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat 2 wajib membayar upah kerja lembur.


Ketentuannya, untuk jam kerja lembur pertama sebesar 1,5 kali upah sejam dan untuk setiap jam kerja lembur berikutnya, sebesar dua kali upah sejam. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 hari kerja dan 40 jam seminggu maka ketentuannya dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Tujuh jam pertama, dibayar dua kali upah sejam.

2. Jam ke delapan, dibayar tiga kali upah sejam.

3. Jam ke sembilan, jam ke sepuluh, dan jam ke sebelas, dibayar empat kali upah sejam.

Baca juga: [Infografis] Daftar UMP 2021 di 34 Provinsi Indonesia

Pada ayat 3 di pasal yang sama menerangkan, apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk Waktu Kerja lima hari kerja dan 40 jam seminggu, dengan ketentuan perhitungan Upah Kerja Lembur dilaksanakan sebagai berikut:

1. Delapan jam pertama, dibayar 2 (dua) kali upah sejam.

2. Jam ke sembilan, dibayar tiga kali ipah sejam.

3. Jam ke sepuluh, jam ke sebelas, dan jam ke dua belas, dibayar empat kali upah sejam.

Bagaimana hitungannya? Pada pasal 31 ayat 1 dijelaskan perhitungan upah kerja lembur didasarkan pada Upah bulanan. Cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan. Dalam hal komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap maka dasar perhitungan Upah Kerja Lembur 100 persen dari upah.

“Dalam hal komponen Upah terdiri dari Upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap, apabila upah pokok ditambah tunjangan tetap lebih kecil dari 75 persen keseluruhan upah, maka dasar perhitungan Upah Kerja Lembur sama dengan 75 persen dari keseluruhan upah,” bunyi Pasal 31 ayat 4.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Feb. 2, 2021, 8:03 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.