OJK: Kredit Perbankan Diperkirakan Tumbuh 8,5 Persen pada 2021

OJK: Kredit Perbankan Diperkirakan Tumbuh 8,5 Persen pada 2021

Sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya menargetkan pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan tumbuh pada kisaran 7,5 persen plus 1 persen. Target ini lebih rendah dari tahun lalu sebelum pandemi yang mencapai 13 persen.

Selain kredit perbankan, OJK juga menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11 persen plus 1 persen. Sementara penghimpunan dana di pasar modal diperkirakan akan meningkat di kisaran Rp150 triliun sampai dengan Rp180 triliun.

Peningkatan penghimpunan dana di pasar modal pada tahun ini didukung adanya penerbitan penerbitan surat utang sebagai implikasi dari likuiditas global yang masih memadai dan berlanjutnya tren suku bunga rendah.

Baca juga: PSBB Jawa Bali, OJK: Layanan Keuangan Tetap Beroperasi

Sejalan dengan kredit perbankan, piutang industri perusahaan pembiayaan diperkirakan juga akan menunjukkan pertumbuhan positif di tahun 2021 seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat yang kembali pulih di kisaran 4 persen plus 1 persen.

Keuangan 2020

Industri perbankan pada 2020, pelambatan aktivitas di sektor riil dan belum penuh beroperasinya korporasi besar membuat kinerja intermediasi perbankan mengalami tekanan dan terkontraksi minus 2,41 persen. Namun demikian, kredit Bank BUMN masih tumbuh 0,63 persen dan BPD tumbuh 5,22 persen, serta Bank Syariah tumbuh 9,50 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) yang digelar secara virtual mengatakan, kebijakan restrukturisasi kredit perbankan yang telah diperpanjang, hingga akhir Desember telah mencapai Rp971 triliun (18 persen dari total kredit) dari sekitar 7,6 juta debitur UKM dan korporasi.

Baca juga: Tantangan Industri Perbankan di Tahun 2021

Kebijakan ini menghasilkan profil risiko perbankan yang terkendali dengan rasio NPL gross pada level 3,06 persen (2,53 persen pada 2019) atau net 0,98 persen (1,19 persen pada 2019) dan didukung oleh permodalan yang cukup tinggi, yaitu CAR sebesar 23,78 persen (23,31 persen pada 2019).

Sementara di industri pasar modal, kebijakan pengendalian volatilitas yang dikeluarkan OJK sejak awal pandemi serta tindakan tegas pengawasan OJK telah meningkatkan kepercayaan investor yang tercermin dengan membaiknya IHSG di atas 6.000 pada awal 2021 setelah sebelumnya terpuruk di posisi terendah di 3.937,6 pada 24 Maret 2020.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 18, 2021, 8:19 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.