Waspada Modus Penipuan Fintech Lending Ilegal

Waspada Modus Penipuan Fintech Lending Ilegal

Dengan semakin maraknya aktivitas fintech lending yang tidak terdaftar maupun berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan supaya tidak terjebak dan berurusan dengan layanan pinjaman fintech lending ilegal.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima tawaran dari perusahaan fintech lending karena sudah banyak yang menjadi korban penipuan mengatasnamakan fintech lending.

Bagaimana caranya agar mengetahuinya? Biasanya fintceh lending ilegal memiliki kemiripan modus penipuan yang satu sama lainnya. Berikut ini beberapa modus penipuan mengatasnamakan fintech yang seringkali terjadi:

1. SMS Blast

Isi SMS blast ini berisi tawaran pinjaman cepat, mudah, dan tanpa jaminan dari nomor HP biasa. Isi dari SMS tersebut biasanya lugas menyebutkan “Butuh Dana Cepat Tanpa Agunan dan Bunga Rendah, Proses Cepat, dan Mudah Hubungi XXX”.

Baca juga: Bagaimana Cara Melaporkan Kerugian Akibat Fintech Ilegal?

Nah jika Anda menerima SMS seperti ini, sangat diimbau untuk mengacuhkannya. Apabila merasa sangat terganggu dengan seringnya mendapat SMS yang serupa, masyarakat dapat melaporkan ke layanan financial customer care (FCC) OJK di 1-500-655 atau pihak berwenang atau kepolisian.

2. Bunga Rendah

Menawarkan bunga sangat rendah adalah salah satu modus penipu untuk menggaet calon korban dan berujung pada mengikuti tawaran penipu. Perlu diketahui bahwa penetapan bunga pinjaman harus selalu mengikuti aturan dan mendapatkan persetujuan dari OJK.

Saat ini, bunga yang berlaku di pasaran untuk pinjaman dari fintech berkisar antara 16 persen hingga 30 persen per tahun untuk pinjaman produktif dan maksimal 0,8 persen per hari untuk pinjaman jangka pendek (payday loan).

3. Imbalan

Apabila ada oknum yang menawarkan produk pinjaman dan salah satu syaratnya adalah harus membayar jumlah tertentu untuk memproses pengajuan pinjaman, hal itu patut dicurigai. Bahkan hampir bisa dipastikan itu adalah penipuan karena pegawai dari institusi keuangan dilarang untuk menerima imbalan apapun dari nasabah dan itu merupakan pelanggaran berat jika dilakukan.

Baca juga: Waspadai Penawaran Fintech Lending dan Investasi Ilegal di Masa Pandemi

Ketiga modus tersebut adalah yang paling sering dilakukan oleh para penipu fintech lending ilegal. Namun sayangnya masih banyak masyarakat yang mengalami kerugian besar. Jika ingin mengajukan pinjaman modal usaha atau kebutuhan personal, sangat disarankan melalui fintech lending legal yang sudah mendapatkan izin dari OJK dan merupakan anggota AFPI.

“Kami tegaskan bahwa perusahaan fintech lending yang terdaftar dalam keanggotaan AFPI harus taat kepada kode etik yg mengatur beberapa aspek operasional seperti batas bunga, cara penagihan, dan lain sebagainya. Apabila melanggar, akan dikenakan sanksi yang berat,” ucap Adrian.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 8, 2021, 11:04 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.