Bagaimana Cara Melaporkan Kerugian Akibat Fintech Ilegal?

Bagaimana Cara Melaporkan Kerugian Akibat Fintech Ilegal?

Dalam situasi ekonomi sulit terutama karena adanya pandemi saat ini, masyarakat rentan menjadi korban penipuan seiring dengan meningkatnya praktik penipuan yang sangat merugikan. Salah satu yang sering terjadi adalah mengaku sebagai marketing dari perusahaan fintech lending dengan menawarkan pinjaman uang dengan jumlah tertentu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat untuk selalu memanfaatkan layanan teknologi finansial pinjam meminjam atau fintech lending legal. Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi, menjelaskan saat ini banyak oknum penipuan yang beraksi dengan memanfaatkan kondisi ekonomi yang sulit.

Kondisi tersebut membuat masyarakat menjadi mudah tergiur untuk mengambil tawaran yang sebetulnya direkayasa secara sengaja atau sedemikian rupa sehingga berubah menjadi produk atau layanan yang menarik.

“Saya imbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima tawaran dari perusahaan fintech lending karena sudah banyak dari kita yang menjadi korban penipuan mengatasnamakan fintech lending,” ujar Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) ini.

Baca juga: Fintech Data Center Cegah Permainan Debitur Nakal

Cara Melaporkan Kerugian

Dengan semakin maraknya aktivitas fintech lending yang tidak terdaftar maupun berizin di OJK, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan supaya tidak terjebak dan berurusan dengan layanan pinjaman fintech lending ilegal.

Masyarakat dapat terlebih dahulu memeriksa legitimasinya melalui halaman resmi OJK atau https://afpi.or.id/pengaduan. Tetapi jika sudah terlanjur berurusan atau terjerat dengan penawaran atau layanan fintech lending ilegal, sangat disarankan untuk segera melaporkannya ke OJK serta pihak berwajib dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

• Mengumpulkan bukti-bukti teror, ancaman, intimidasi, pelecehan, atau hal tidak menyenangkan lainnya.

• Melaporkan bukti-bukti tersebut dengan mendatangi kantor polisi terdekat untuk membuat laporan.

• Pelaporan juga bisa dengan melakukan pengaduan di https://konsumen.ojk.go.id/formpengaduan atau menghubungi layanan konsumen Kontak OJK 157 atau ke situs resmi AFPI di https://afpi.or.id/pengaduan.

Baca juga: Antisipasi Kredit Bermasalah, AFPI Hadirkan Fintech Data Center

Ciri-ciri Fintceh Lending Ilegal

Agar tetap waspada dan tidak terjebak, berikut adalah ciri-ciri fintech lending ilegal yang harus dihindari oleh masyarakat umum dan pelaku bisnis:

1. Perusahaan tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Perusahaan tidak terdaftar sebagai anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sebagai asosiasi resmi yang menaungi industri ini.

3. Perusahaan fintech memberikan biaya dan denda yang sangat besar dan tidak transparan.

4. Perusahaan fintech tidak tunduk pada Peraturan OJK (POJK) dan berpotensi tidak tunduk pada peraturan dan undang-undang lain yang berlaku.

5. Perusahaan fintech belum memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan operasi fintech.

6. Perusahaan fintech tidak mengikuti tata cara penagihan yang beretika dan sesuai aturan. Sering terjadi penagihan dengan cara-cara kasar, cenderung mengancam, tidak manusiawi, dan bertentangan dengan hukum. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 8, 2021, 11:03 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.