Belanja Online Marak, Toko Fisik Tetap Eksis

Belanja Online Marak, Toko Fisik Tetap Eksis

Pandemi COVID-19 mengubah banyak perilaku konsumen dalam berbelanja. Sebelumnya, pola belanja dilakukan dengan mengunjungi toko fisik, tetapi di masa pandemi ini beralih ke sistem belanja online. Bahkan, jika Anda mengetik kalimat “akhir dari belanja offline” di Google News pun memberikan puluhan juta referensi berita.  Padahal, kondisi yang sebenarnya jauh lebih dari apa yang Anda lihat.

Survei yang dilakukan oleh Home Credit Indonesia menemukan fakta bahwa di era digital ini, masyarakat masih menyukai aktivitas belanja secara konvensional atau berkunjung ke toko favorit mereka. Alih-alih sepenuhnya berbelanja online, mereka yang mengikuti survei lebih menyukai untuk bisa mendapatkan yang terbaik dari kedua pola berbelanja tersebut (konvensional dan online).

Baca juga: COVID-19 Mempercepat Perubahan Tren Perilaku Konsumen Indonesia

President Director Home Credit Indonesia Animesh Narang menerangkan, industri marketing saat ini menghadapi tuntutan baru untuk memahami segmentasi pelanggan. Mereka yang berkecimpung di dunia marketing bukan hanya harus mempertimbangkan perbedaan antara belanja online dan konvensional, tetapi juga kombinasi keduanya.

Agar bisa memahami keduanya secara tepat, penting bagi praktisi marketing untuk memahami perilaku berbelanja pelanggan dengan baik. “Dengan mengetahui alasan orang berbelanja, jenis barang yang dibeli, dan seberapa sering mereka melakukannya, kita dapat menargetkan dan melakukan segmentasi produk pembiayaan kita dengan lebih baik dan sesuai kebutuhan pelanggan,” terangnya.


Segmentasi pelanggan berdasarkan profil demografi dan atribut gaya hidup seperti usia, jenis kelamin, lokasi, dan minat bukanlah konsep yang baru bagi marketing saat ini. Bahkan, belanja online dapat memberikan lebih banyak data yang dapat diperbarui sesering mungkin. Namun, manfaat yang sama juga bisa didapatkan dengan metode pembayaran digital modern di gerai belanja konvensional.

Survei Home Credit juga mengungkap data dan wawasan mengenai preferensi customer dalam berbelanja baik ke gerai ritel modern, pasar tradisional, serta beragam toko online. Survei yang sama juga menunjukkan bahwa metode pembayaran cash-on-delivery (COD) masih banyak digunakan di toko online, disusul oleh kartu debit, atau transfer antar bank.

Mengenai kebiasaan berbelanja adalah mengenai toko konvensional di Indonesia yang sebagian besar merupakan bisnis keluarga dan etalase toko kecil yang biasanya mendominasi penjualan produk segar dan makanan pokok. Hasil survei terlihat bahwa 88 persen orang Indonesia masih memilih untuk berbelanja produk makanan sehari-hari di pasar atau toko tradisional.

Baca juga: Membangun Strategi Bisnis di Masa Transisi New Normal

Meskipun demikian, hampir semua pembeli Indonesia (93 persen) juga berbelanja di toko-toko ritel modern, seperti minimarket dan jaringan supermarket, untuk berbelanja kebutuhan pribadi, pakaian, pembersih rumah atau produk elektronik.

Hal ini harus dimanfaatkan secara cerdas oleh para pemilik kios pasar tradisional untuk bergerak lebih cepat dalam memanfaatkan pembayaran digital dan tetap memandang pentingnya pilihan tipe pembayaran bagi pengecer tradisional pada umumnya.


kondisi ini bisa juga menjadi indikasi bahwa pemilik gerai belanja modern seperti supermarket mungkin tidak perlu fokus menawarkan produk makanan untuk menarik pelanggan baru dan tetap. Sebaliknya, mereka harus fokus ikut berpartisipasi dalam persaingan online.

Survei Home Credit menunjukkan bahwa 79 persen orang Indonesia pernah berbelanja secara online dalam tiga bulan belakangan sebelum mengikuti survei. Hal ini menunjukan bahwa layanan e-commerce semakin penting akibat pembatasan PSBB selama pandemi dan diprediksi terus berkembang ke depannya.

Baca juga: Di Era New Normal, Tren Pembayaran Digital Meningkat

Adapun, pembelian produk elektronik pribadi seperti ponsel baik di toko fisik dan toko online memiliki proporsi yang sama. Hal ini memberikan keuntungan pada penawaran Home Credit karena dapat membantu konsumen melakukan pembelian dengan cepat dan nyaman melalui berbagai jalur distribusi.

Proses digitalisasi telah mengubah perilaku konsumen dalam berbelanja dengan adanya pilihan yang beragam yang mempengaruhi pengambilan keputusan, tuntutan harga untuk semakin kompetitif, serta mendorong persaingan dengan pasar tradisional. Implikasinya bagi bisnis adalah untuk mendiversifikasi pilihan metode pembayaran dan pembiayaan, baik dalam platform belanja online maupun offline.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 7, 2021, 5:49 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.