Bea Materai Rp10.000 Berlaku, Bagaimana Materai Rp6.000 dan Rp3.000?

Bea Materai Rp10.000 Berlaku, Bagaimana Materai Rp6.000 dan Rp3.000?

Kebijakan tarif tunggal bea materai Rp10.000 mulai berlaku per 1 Januari 2021. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 berupa single tarif, yaitu Rp10.000 dan batasan nilai dokumen yang memuat jumlah uang di atas Rp5 juta. 

Pengenaan bea materai Rp 10.000 di tahun ini, bukan hanya berlaku pada dokumen fisik dalam kertas. Tarif bea materai Rp10.000 diterapkan untuk menggantikan tarif materai Rp6.000 dan Rp3.000 yang selama ini berlaku.

Meskipun materai Rp6.000 dan Rp3.000 masih tetap berlaku hingga akhir tahun ini, namun ada syarat dalam penggunaan materai ini. Syarat menggunakan kedua materai ini bisa digunakan dengan nilai minimal Rp9.000.

Baca juga: Tarif Bea Meterai Naik Menjadi Rp10.000 Mulai 2021

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama menyatakan kebijakan penerapan tarif tunggal bea materai ini merupakan bentuk pemihakan pemerintah, termasuk kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Syarat Materai Rp6.000 dan Rp3.000

Selama masa transisi ini, setidaknya ada tiga cara agar materai Rp6.000 dan Rp3.000 tetap bisa digunakan. Pertama, menempelkan berdampingan satu lembar kedua materai ini dalam satu dokumen yang menggunakan materai.

Kedua, menempelkan berdampingan dua buah materai Rp6.000 dalam satu dokumen yang menggunakan materai. Ketiga adalah menempelkan berdampingan tiga buah materai Rp3.000 dalam satu dokumen yang menggunakan materai.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Manfaat Surat Paklaring Kerja

Saat ini otoritas fiskal masih menyiapkan aturan turunan, yakni berupa Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Selain itu juga infrastruktur pendukung berupa aplikasi untuk materai dokumen elektronik.

Dalam Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020, definisi Bea Meterai adalah pajak atas dokumen. Kemudian dalam Pasal 1 Ayat (2) dijelaskan yang dimaksud dengan dokumen adalah sesuatu yang ditulis atau tulisan, dalam bentuk tulisan tangan, cetakan, atau elektronik, yang dapat dipakai sebagai alat bukti atau keterangan. 

Perkembangan teknologi dan informasi telah mendorong berkembangnya transaksi secara elektronik dan berkurangnya penggunaan kertas (paperless). Dalam hal kegiatan usaha, paperless menjadi opsi untuk meningkatkan efisiensi usaha. Oleh karena itu, diperlukan perluasan definisi dokumen yang tidak hanya berupa cetakan kertas, namun juga elektronik.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 6, 2021, 8:03 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.