Mana yang Lebih Untung, Reksa Dana atau Deposito?

Mana yang Lebih Untung, Reksa Dana atau Deposito?

Anda berencana memulai investasi tetapi ingin risikonya rendah. Jika itu yang diinginkan, maka sebagai awalan Anda bisa memilik reksa dana pasar uang dan deposito tabungan. Kedua jenis instrumen investasi ini kerap dipilih oleh investor konservatif dan menginginkan hasil yang stabil dalam jangka waktu pendek.

Dalam reksa dana pasar uang, modal yang diinvestasikan akan dikelola oleh Manajer Investasi untuk membantu memperoleh keuntungan. Sementara dalam deposito, uang akan disimpan dalam bank dan mendapat keuntungan dari bunga.

Lalu mana yang lebih menguntungkan dari sisi imbal hasilnya? Apakah reksa dana pasar uang atau deposito? Untuk lebih jelasnya, berikut keuntungan dari dua instrumen investasi tersebut.

Baca juga: Milenial Semakin Mudah Membeli Reksa Dana

Setoran Awal

Dalam reksa dana atau pun deposito, Anda diharuskan menyetor sejumlah dana sebagai awalan. Investasi reksa dana saat ini sudah relatif mudah dan terjangkau. Setoran awalnya bisa dimulai dari Rp10.000 sampai Rp100.000. Proses membelinya pun bisa dilakukan secara online dengan banyak aplikasi.

Sementara kalau deposito, Anda perlu memasukkan nominal tertentu. Biasanya untuk membuka deposito diperlukan minimal Rp8 juta sampai Rp10 juta. Namun, perlu diingat bahwa setiap bank memiliki kebijakannnya masing-masing mengenai setoran awal deposito ini.

 

Imbal Hasil

Investasi reksa dana menawarkan imbal hasil yang berbeda-beda. Keuntungan reksa dana bisa diperoleh dari pertumbuhan nilai aset yang ada dalam portofolionya dan bisa mencapai 7 – 17 persen per tahun. Keuntungan yang relatif tinggi itu karena reksa dana perputaran uangnya tidak hanya berfokus pada satu jenis produk investasi.

Berbeda dengan investasi deposito, imbal hasil yang ditawarkan instrumen ini tergantung pada tingkat suku bunga yang berlaku, kisarannya saat ini antara 3 persen sampai 6 persen per tahun. Besaran suku Bunga itu juga tergantung pada pilihan jangka waktu yang diambil.

Baca juga: Begini Cara Sederhana Menghitung Keuntungan Deposito

Jangka Waktu

Keuntungan dari reksa dana tidak memiliki batas waktu untuk melakukan atau menarik investasi, sehingga bisa dilakukan kapan saja dan tidak dikenakan denda. Namun, untuk mencairkannya Anda perlu menunggu beberapa hari sampai akhirnya hasil investasi masuk ke rekening.

Sementara untuk deposito memiliki jangka waktu untuk pengambilannya. Anda bisa memilih 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, atau 24 bulan. Durasi waktu ini bisa berpengaruh pada besaran bunga yang akan diperoleh nanti. Di jangka waktu yang sudah dipilih tersebut, kamu sebaiknya tidak mencairkan dana investasi. Jika memang sangat mendesak, kamu harus membayar sejumlah denda.

Itu tadi sekilas informasi soal keuntungan reksa dana daripada deposito. Meski reksa dana pasar uang dan deposito sama-sama termasuk rendah risiko, tapi keuntungan reksa dana cenderung lebih baik dibandingkan deposito.

Namun, risiko dari reksa dana juga lebih tinggi dibandingkan deposito. Bila memilih investasi reksa dana pasar uang, cermatlah memperkirakan situasi keuangan dan mengatur strategi. Dengan berhati-hati bisa membuat keuntungan yang diperoleh bisa lebih maksimal.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 30, 2020, 9:01 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.