Cara Mengajukan Pinjaman Modal Produktif UMKM dari Pegadaian

Cara Mengajukan Pinjaman Modal Produktif UMKM dari Pegadaian

Untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), PT Pegadaian (Persero) meluncurkan produk Pinjaman Modal Produktif. Melalui produk ini, masyarakat pelaku UMKM yang ingin mendapatkan pinjaman modal usaha khususnya di tengah pandemi saat ini, dapat mengajukan pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp2 millar dengan agunan surat penagihan hutang (invoice).

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) R. Swasono Amoeng Widodo menjelaskan, untuk bisa menggunakan produk ini, nasabah melampirkan copy invoice sebagai agunan tanpa perlu menjaminkan aset secara fisik. Prosesnya pun mudah dan cepat karena dilakukan secara online melalui https://digilend.pegadaian.co.id.

“Calon nasabah dapat langsung melakukan registrasi, kemudian menggugah dokumen yang diperlukan secara lengkap, seperti dokumen identitas, keterangan usaha, copy invoice, dokumen keuangan, serta berbagai dokumen yang dibutuhkan lainnya,” jelas Agung.

Baca juga: Lewat Gadai Efek, Pegadaian Beri Pinjaman Sampai Rp20 Milyar

Setelah seluruh dokumen-dokumen tersebut diunggah, calon nasabah akan langsung dihubungi oleh team Pegadaian. Di samping itu, sebelum mengajukan pinjaman, calon nasabah dapat melakukan simulasi dengan mengisi nilai invoice, jangka waktu peminjaman, dan memasukan tanggal jatuh tempo invoice yang dimiliki.

Adapun syarat utama yang wajib dipenuhi oleh peminjam di antaranya harus Warga Negara Indonesia, memiliki badan usaha yang berbentuk PT, CV, atau Perum yang terdaftar di Indonesia, dan telah berdiri minimal selama dua tahun. 

Baca juga: Program Gadai tanpa Bunga Pegadaian Diperpanjang hingga Akhir Tahun

Sementara itu, untuk proses peminjaman dengan nilai dibawah Rp1 milyar, membutuhkan waktu tiga hari kerja dan tujuh hari kerja untuk pinjaman lebih dari Rp1 miliar, setelah seluruh dokumen dilengkapi. Tarif sewa modal relatif terjangkau sebesar 0,04 persen per hari dengan jangka waktu pinjaman mulai dari 15 hari sampai 6 bulan.

“Saya berharap produk Pinjaman Modal Produktif ini dapat membantu masyarakat khususnya para pelaku usaha yang tengah kesulitan mendapatkan tambahan modal usaha, untuk bisa bertahan, dan kembali mengembangkan usahanya seperti sebelum pandemi melanda,” tambah Amoeng.

Hingga saat ini, 52 persen atau sekitar 54 juta pengusaha belum terlayani oleh Lembaga keuangan formal untuk membantu pinjaman modal usahanya. Tidak sedikit, pelaku usaha yang terjebak oleh pelepas uang ilegal (rentenir) yang membebankan bunga tinggi kepada peminjam. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 23, 2020, 9:09 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.