Pahami Biaya-biaya Lain Saat Membeli Rumah

Pahami Biaya-biaya Lain Saat Membeli Rumah

Memiliki rumah sendiri menjadi impian semua orang. Tidak sedikit orang bersusah payah bekerja keras, menabung, berinvestasi untuk bisa membeli rumah impian. Saat uang sudah cukup untuk membeli rumah, banyak orang terpaku pada harga dan cicilan bulanan apabila mengambil sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Padahal, di samping harga rumah, ada biaya-biaya lain yang mungkin saja dibebankan kepada pembeli rumah. Apa saja biaya-biaya lain tersebut? Berikut penjelasannya seperti dikutip dari laman Sikapi Uangmu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: Kilas Balik Pasar Properti 2020

Booking Fee

Booking fee adalah biaya pertama yang akan dikeluarkan saat awal Anda tertarik dengan rumah tertentu, khususnya jika Anda membeli rumah melalui pengembang properti. Besaran booking fee bisa berbeda-beda tergantung ketentuan dar developer.

Ingat, pada dasarnya booking fee tidak sama dengan down payment (DP). Namun, beberapa pengembang memiliki kebijakan sendiri. Ada juga pengembang yang memberlakukan pemotongan DP sesuai dengan booking fee yang dibayarkan.

Baca juga: Proyeksi Pasar Properti 2021 Masih Jadi Buyers Market

Biaya Akta Notaris

Saat membeli rumah, Anda akan butuh pengesahan atas proses jual beli yang terjadi melalui jasa notaris atau sering disebut sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Peran notaris ini sangat penting sebagai pihak yang berwenang atas keabsahan dari proses jual beli rumah. Biaya notaris ini sangat tergantung pada seberapa banyak dokumen yang harus diurus dan biayanya ditentukan oleh notaris.

Biaya Cek Sertifikat

Biaya ini sering dilupakan oleh para pembeli rumah. Mengapa biaya cek sertifikat itu penting? Sebagai contoh, rumah yang mau Anda beli ternyata berdiri di atas tanah sengketa baik dari kasus penyitaan bank maupun sertifikat ganda. Jangan abaikan proses ini untuk menghindari potensi membeli rumah yang tersangkut kasus sengketa.

 

Biaya Balik Nama

Bea Balik Nama (BBN) adalah biaya yang dikenakan kepada pembeli saat proses balik nama Sertifikat Hak Milik dari penjual. Biaya balik nama biasanya dapat diurus oleh developer jika membeli rumah melalui developer ataupun diurus sendiri jika membeli rumah tersebut sendiri. Biaya dari BBN ini bisa berbeda-beda, namun besarannya rata-rata sekitar 2 persen dari nilai transaksi yang Anda lakukan.

Bea dan Pajak

Setidaknya ada tiga bea dan pajak yang harus dibayarkan, yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). BPHTB adalah pajak jual beli yang dibebankan kepada pembeli. Besaran dari BPHTB ini adalah 5 persen dari nilai transaksi dikurangi nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak (NPOPTKP). NPOPTKP ini juga besarannya berbeda-beda tergantung kebijakan pemerintah daerah setempat.

Baca juga: Asuransi Property All Risk Menjamin Aset Rumah dari Banjir

Lalu, PPN adalah pajak yang dibebankan kepada pembeli untuk primary property (properti baru). Jadi, apabila Anda berencana membeli rumah baru, maka kamAndau harus memperhitungkan pajak ini. Besarannya sekitar 10 persen  dari harga rumah yang Anda beli. Minimal transaksi yang dipungut adalah di atas Rp36 juta,

Kemudian, PPnBM adalah pajak yang dibebankan kepada pembeli yang rumahnya dikategorikan sebagai barang mewah. Rumah yang tergolong barang mewah jika harga jualnya melebihi Rp20 miliar dan Rp10 miliar rumah atau town house dari jenis non-strata title serta apartemen kondominium, town house dari jenis strata title atau sejenisnya. Besaran dari PPnBM ini sekitar 20 persen dari harga jual.

Baca juga: Jangan Cuma Beli Rumah, Asuransikan juga Properti Anda

Asuransi

Nah, biaya ini biasanya berlaku apabila Anda mengambil layanan KPR. Salah satunya asuransi jiwa untuk KPR yang memberikan jaminan bantuan jika terjadi hal yang tidak terduga. Asuransi jiwa ini berperan untuk meminimalisir resiko, baik terhadap pihak yang melayani KPR dan juga nasabah KPR.

Selain asuransi jiwa untuk KPR, terdapat pula asuransi properti yang dapat memberikan perlindungan kepada properti. Asuransi ini dapat membantu mengurangi kerugian apabila terjadi kerusakan pada rumah yang diasuransikan. 

Bagaimana sudah paham bukan? Jadi, sebelum membeli rumah idaman, Anda juga harus siap dengan biaya-biaya lain seperti yang dijelaskan di atas. Jangan sampai karena ketidaktahuan Anda, impian memiliki rumah menjadi gagal. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 22, 2020, 7:48 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.