Strategi Bank DBS Indonesia Menghadapi Tren Investasi di Indonesia

Strategi Bank DBS Indonesia Menghadapi Tren Investasi di Indonesia

Kebutuhan untuk bertransaksi lebih aman dan nyaman secara digital dalam memasuki iklim investasi saat ini meningkat. Hal ini ditunjukkan melalui adanya tren peningkatan investasi sepanjang 2020, dimana ada peningkatan pembelian obligasi ritel online di atas 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peluang ini diambil oleh Bank DBS Indonesia dengan selalu berinovasi untuk menghadirkan layanan transaksi investasi yang komprehensif tanpa tatap muka berupa Instruksi Melalui Telepon, berbagai produk wealth management melalui aplikasi digibank by DBS, didukung virtual market update melalui webinar e-Talk Series.

Head of Advisory and Digital Investment PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo mengatakan, penjualan Sukuk Tabungan ST007 Bank DBS Indonesia menempati peringkat kelima secara online melalui aplikasi digibank by DBS dengan total nilai investasi lebih dari Rp200 miliar.

Baca juga: Masyarakat Kelas Menengah Harus Mulai Sadar Investasi

Total investasi Sukuk Tabungan ST007 itu nilainya lebih dari dua kali lipat penjualan Sukuk Tabungan ST006. Hal tersebut menjadi salah satu titik ukur antusiasme High Net Worth Individual (HNWI) Indonesia dalam mengembangkan portofolio secara online di iklim investasi baru.

“Kami berupaya menjawab antusiasme tersebut dan memudahkan nasabah berinvestasi dengan digitalisasi inside out, di antaranya digitalisasi proses internal untuk melayani nasabah lebih cepat dan tepat sehingga mempersingkat proses konfirmasi transaksi melalui akses harga dan ketersediaan produk secara real-time,” katanya dalam sesi online group interview Bank DBS Indonesia (17/12/2020).

 

Dengan Instruksi Melalui Telepon, nasabah dapat memberikan kuasa transaksi pembelian produk investasi yang disesuaikan dengan profil risiko mereka, seperti obligasi, reksadana, produk terstruktur, dan jual beli mata uang asing.

Aplikasi digibank by DBS dilengkapi dengan fitur transfer valas bebas biaya ke lebih dari 20 negara, pembukaan rekening dan penempatan deposito valas di 10 mata uang asing, serta pembelian obligasi pemerintah pasar perdana dan pasar sekunder.

Baca juga: Pakai Prinsip Syariah, Apa Perbedaan Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel?

Pada kesempatan yang sama, Managing Director, Head of Digital Banking, PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto menjelaskan, aplikasi digibank by DBS senantiasa bertransformasi secara digital agar nasabah dapat menikmati hidup tanpa dirumitkan dengan urusan perbankan.

“Salah satu inovasi yang kami lakukan adalah peningkatan pengelolaan wealth management sehingga nasabah memiliki akses ke layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa perlu datang ke cabang, agar dapat meraih peluang investasi di iklim investasi saat ini,” ungkapnya.

Setelah melalui milestone yang signifikan, DBS fokus untuk memposisikan diri sebagai mitra manajemen kekayaan terpercaya yang dinamis dan digital savvy dalam melakukan inovasi untuk masa depan (future-forward bank). Hal itu sesuai komitmen Bank DBS Indonesia dalam menyediakan berbagai solusi finansial dan investasi sesuai tahapan kehidupan nasabah dengan bertransformasi secara digital.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 18, 2020, 7:51 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.