Jaga Kesehatan Saat Musim Penghujan dengan Asuransi Kesehatan

Jaga Kesehatan Saat Musim Penghujan dengan Asuransi Kesehatan

Musim penghujan telah tiba. Saat musim penghujan, beberapa penyakit bisa menjadi wabah bahkan berpotensi menjadi endemi jika masyarakat mengabaikan kebersihan. Endemi merupakan masalah kesehatan berupa penyebaran penyakit di wilayah tertentu yang menetap dalam waktu lama.

Section Head of Claim Sequis Yosef Fransiscus mengatakan pada musim penghujan ditambah banjir, sebaran penyakit flu, batuk, pilek, diare, typus, demam berdarah, malaria, leptospirosis menjadi cukup tinggi. Penyakit-penyakit ini bisa menular jika kekebalan tubuh kita terganggu, yaitu saat suhu tubuh turun di bawah ambang ideal akibat kedinginan.

Penularan penyakit-penyakit tersebut dapat terjadi dari airborne disease lewat udara, makanan, minuman yang mengandung virus, kuman, bakteri kemudian menyerang organ tubuh. Jika Anda tinggal di wilayah yang mudah tergenang air saat hujan dan rawan banjir sebaiknya tingkatkan kewaspadaan karena bisa terkena leptospirosis.

Baca juga: Inovasi Asuransi Kesehatan Digital untuk Generasi Milenial

“Hal ini karena air sudah tercemar oleh hewan pembawa bakteri Leptospira interrogans, seperti tikus dan hewan ternak. Pada musim penghujan juga rawan spesies nyamuk Aedes aegypti, gigitannya dapat mengakibatkan penyakit DBD,” sebut Yosef.

Pernyataan ini juga dipertegas oleh dr. Yunita Maslim, Sp.PD. Dokter spesialis penyakit dalam RS Bethsaida Hospital Tangerang ini menyatakan, jika terserang penyakit di atas, harus berobat dan jangan dibiarkan karena penyakit infeksi dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, perdarahan, dehidrasi sebab minim asupan cairan dan terjadi perubahan pola nafas serta kesadaran.


Menurut Yunita, jika mengalami gejalanya ringan, penyakit yang menyerang masih bisa diobati dengan rawat jalan. “Namun, jika tanda bahaya di atas muncul, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan darah dan pemberian obat-obatan melalui intravena (infus),” sebut dr. Yunita.

Selain lingkungan yang kotor, faktor lain yang dapat menyebabkan masuknya kuman dalam tubuh adalah kebiasaan apatis pada kesehatan. Contohnya, tidak rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan kebersihan yang buruk bisa memicu berbagai penyebaran penyakit, seperti demam berdarah, demam tifoid, hepatitis A, influenza, diare akut akibat rotavirus dan leptospirosis (penyakit kencing tikus).

Baca juga: Alasan Pentingnya Memiliki Asuransi Kesehatan di Usia Produktif?

“Penyakit-penyakit tersebut tergolong penyakit menular yang ditularkan melalui serangga yang menyebarkan kuman, seperti nyamuk dan lalat. Anak-anak dan usia lanjut merupakan golongan yang sangat rentan pada penularan penyakit-penyakit tersebut. Namun, mereka yang berusia produktif dan bekerja akan menjadi berisiko jika mengonsumsi makanan di luar yang tidak higienis,” sebut Yunita.

Oleh karena itu, memiliki asuransi kesehatan sangat penting untuk menjaga finansial keluarga. Apalagi, saat endemi di tengah pandemi COVID-19, potensi terjadi kematian mendadak (sudden death) lebih besar karena kuman, bakteri, dan virus bisa mengganggu kesehatan.  

Saat sakit menyerang dan perlu rawat inap maka nasabah yang memiliki asuransi kesehatan bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit rekanan karena biayanya akan ditanggung sesuai perjanjian polis. Pasien sebagai tertanggung juga bisa mendapatkan perawatan dengan fasilitas terbaik tanpa harus dipusingkan dengan biaya mahal.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 17, 2020, 8:59 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.