Kilas Balik Pasar Properti 2020

Kilas Balik Pasar Properti 2020

Banyak pelaku properti berharap 2020 menjadi kebangkitan industri properti di Indonesia. Setelah dua tahun sebelumnya pertumbuhan properti terbilang tidak cukup menggembirakan. Namun, kenyataan berkata lain. Pandemi COVID-19 datang. optimisme pelaku bisnis properti memudar.

Padahal, industi properti memasuki 2020 dengan optimisme tinggi. Ini tidak lepas dari fokus Pemerintah dalam mempermudah kepemilikan rumah. Terlebih pemerintah telah memberikan stimulus berbagai kebijakan agar industri properti terkerek naik pada 2020.

Kebijakan itu berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), rumah subsidi, dan program sejuta rumah untuk mendorong daya beli properti bagi konsumen menengah bawah. Kemudian, pemerintah melonggarkan pajak barang mewah (PPnBM) serta relaksasi loan to value (LTV) untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya untuk pasar menengah ke atas.

Baca juga: Proyeksi Pasar Properti 2021 Masih Jadi Buyers Market

Namun, optimisme tersebut harus tertahan akibat pandemi COVID-19 yang menyebar di seluruh dunia dan berdampak terhadap Indonesia sejak Maret 2020. Indikasi dampak pandemi terhadap pasar properti nasional tercermin lewat turunnya indeks suplai properti pada kuartal pertama 2020.

Rumah.com Indonesia Property Market Index menunjukkan, secara tahunan, indeks suplai properti biasanya justru mengalami kenaikan pada kuartal pertama setiap tahunnya dibandingkan kuartal keempat 2019. Meski demikian, tanda-tanda kebangkitan industri properti Tanah Air mulai terlihat di penghujung tahun.


RIPMI-H pada kuartal pertama naik tipis sebesar 0,3 persen. Sementara itu, RIPMI-S turun cukup besar, yakni sebesar 5,4 persen. Penurunan indeks suplai ini diakibatkan oleh langkah pengembang yang menahan peluncuran properti baru.

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai April 2020 membatasi hampir seluruh kegiatan usaha dan perkantoran menjadi pukulan telak industri properti. RIPMI-H kuartal kedua ini turun 1,7 persen dari kuartal sebelumnya atau berada pada angka 110,6.

Baca juga: Triwulan III 2020, Permintaan Properti Komersial Mulai Meningkat

Memasuki akhir kuartal kedua 2020, pengembang dan penyedia suplai properti lebih optimistis dengan akan datangnya situasi kenormalan baru dengan mulai meluncurkan suplai-suplai baru. Ini terlihat dari kenaikan indeks suplai properti menurut RIPMI-S pada kuartal kedua 2020 yang naik sebesar 20,8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya atau berada pada angka 131,6.

Kenaikan indeks harga properti secara kuartalan di kuartal ketiga tahun ini menunjukan tanda-tanda pemulihan industri properti nasional. RIPMI-H pada kuartal ketiga 2020 naik 0,5 persen dibanding kuartal sebelumnya (quarter-on-quarter) atau berada pada angka 111,2.

Sementara RIPMI-S pada kuartal ketiga 2020 menunjukkan tren positif berdasarkan peningkatan yang terjadi dalam dua kuartal terakhir. Indeks suplai berada pada angka 144,7, naik sebesar 9,9 persen secara kuartalan dan 24,9 persen secara tahunan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 16, 2020, 8:52 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.