Dirut Pertamina dan Menkeu Masuk Daftar The World's 100 Most Powerful Women

Dirut Pertamina dan Menkeu Masuk Daftar The World's 100 Most Powerful Women

Majalah Forbes baru saja mengumumkan 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia atau The World's 100 Most Powerful Women 2020. Menariknya, ada dua nama perempuan asal Indonesia masuk dalam daftar perempuan hebat di dunia tersebut

Dikutip dari laman resmi Forbes, kedua perempuan hebat ini adalah Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati yang berada di urutan 25 dan Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati berada di urutan 78.

Dalam daftar tersebut, nama Nicke Widyawati berada di atas Queen Elizabeth II yang berada di urutan 46. Nicke masuk dalam kategori Business, sedangkan Sri Mulyani Indrawati ada di kategori Politics & Policy.

Nicke Widyawati 


Forbes menyebut pada Juni 2020, seorang anggota kabinet mengatakan kepada media lokal bahwa Widyawati "masih yang terbaik" untuk peran itu dan "mampu melaksanakan tugas apa pun yang diberikan kepadanya.

Baca juga: Masuk 50 Perempuan Berpengaruh di Dunia, Ini Profil Nicke Widyawati

Forbes pun menulis, kiprah Nicke yang berhasil membawa keuntungan bagi Pertamina di tahun lalu. Perusahaan memperoleh hampir US$55 miliar pada pendapatan 2019 dan US$2,5 miliar laba bersih pada tahun tersebut.

“Pada musim semi 2020, Widyawati meningkatkan ekspektasi investor dengan mengungkapkan bahwa ia mengharapkan 45 persen pendapatan perusahaan terkait COVID-19," tulis Forbes (8/12/2020).

Sri Mulyani Indrawati 


Forbes menilai mantan Managing Director dan COO Bank Dunia ini sebagai menteri keuangan yang meningkatkan pendapatan negara melalui reformasi perpajakan yang akan memperluas layanan e-filing dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Baca juga: Sri Mulyani: Kuartal III 2020, Perekonomian Indonesia Minus 3,49 Persen

“Saat berada di Bank Dunia, dia menggunakan platformnya untuk mempromosikan kesetaraan gender. Tahun lalu, Indrawati menerima penghargaan bergengsi Best Minister pada World Government Summit atas upayanya melaksanakan reformasi,” tulis Forbes.

Forbes juga menilai jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia dari 2005 hingga 2010 dianggap mampu membantu memandu transisi negara dari otokrasi menuju demokrasi. Bahkan, Sri Mulyani Indrawati kembali menjadi menteri keuangan di periode pertama dan kedua pada era Pemerintahan Presiden Joko Widodo.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 10, 2020, 9:44 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.