Riset GoPay: Tren Donasi Digital Meningkat Selama Pandemi

Riset GoPay: Tren Donasi Digital Meningkat Selama Pandemi

GoPay meluncurkan GoPay Digital Donation Outlook (DDO) 2020 untuk menggambarkan situasi donasi digital di Indonesia. Bersama Kopernik, GoPay ingin mengungkap secara detail ekosistem donasi digital di Indonesia, mulai dari tren kebiasaan masyarakat berdonasi, tantangan utama yang dihadapi ekosistem filantropi dan rekomendasi untuk bersama mengembangkan filantropi di Indonesia.

Ada beberapa poin penting yang ditunjukkan hasil riset GoPay tersebut. Berikut rangkuman temuan-temuan utama mengenai perubahan tren berdonasi masyarakat di tengah pandemi:

Peran Donasi Digital untuk Membantu Sesama

Donasi digital memiliki potensi sangat besar karena memungkinkan masyarakat untuk berdonasi tanpa kontak dari manapun dan kapanpun. Pembayaran lewat e-money dapat mempercepat proses donasi, terutama pada situasi darurat.

Baca juga: Menggandeng Lembaga Amil Zakat, Gopay Perluas Layanan GoZakat

Manfaat ini pun menjadi sangat berarti di masa pandemi ini ketika semangat gotong royong dan saling membantu di tengah masyarakat meningkat namun pada saat bersamaan kontak langsung harus dihindari.

Riset menyebutkan pemberian donasi digital baik secara frekuensi maupun nominal meningkat di seluruh jenjang usia. Peningkatan frekuensi paling tinggi tercatat pada generasi milenial. Sementara itu, Gen X berdonasi dengan nominal paling tinggi dibanding generasi lainnya.

Rata-rata nilai per donasi digital melonjak menjadi 72 persen selama pandemi. Temuan ini sejalan dengan data internal GoPay yang mencatat kenaikan transaksi donasi digital sebanyak dua kali lipat selama pandemi.

 

Teknologi Jadi Faktor Pendorong Donasi Digital

Teknologi memungkinkan donatur untuk berdonasi digital dari mendapatkan informasi lewat media sosial, berdonasi di aplikasi dan situs daring, hingga pembayaran digital. Sebanyak 48 persen responden mengaku mendapatkan informasi mengenai donasi digital melalui media sosial.

Informasi yang jelas meningkatkan transparansi proses donasi dan kredibilitas organisasi yang dituju sehingga donatur makin terdorong untuk berdonasi. Manfaat teknologi diakui oleh berbagai organisasi non-profit yang menjadi responden riset. Lembaga Amil Zakat mengungkapkan bahwa Zakat, Infaq dan Sadaqah (ZIS) melalui kanal digital bertumbuh signifikan hingga 2 kali per tahun.

Platform Online Menjadi Pilihan Masyarakat Berdonasi

Aplikasi dan platform donasi online menjadi medium yang paling banyak dipilih masyarakat berdasarkan dua alasan utama, yaitu kredibilitas platform dan kemudahan pembayaran. Riset DDO menemukan, Gojek menjadi aplikasi digital yang paling sering digunakan oleh masyarakat (52,5 persen).

Baca juga: Kemudahan Bersedekah Digital Lewat QRIS Kotak Infaq NU

Sementara itu, 71 persen memilih Kitabisa sebagai platform galang dana yang paling sering digunakan. Dalam empat tahun terakhir, jumlah inisiatif penggalangan dana oleh organisasi non-profit meningkat secara kumulatif sebesar 13 kali lipat.

Pertumbuhan ekosistem donasi digital tidak terlepas dari perkembangan pesat metode pembayaran non-tunai di Indonesia. Sebanyak 47 persen responden memilih berdonasi platform yang menerima transaksi digital. GoPay pun menjadi uang elektronik yang paling banyak digunakan untuk berdonasi (68 persen) karena dinilai paling aman, diterima secara luas, dan dipandang sebagai pionir donasi digital.

Riset dilakukan pada Agustus hingga Oktober 2020, menggunakan metode survei kuantitatif melalui survei mandiri yang disebarkan secara digital, dan wawancara kualitatif dengan informan kunci. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan 1.319 responden yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 8, 2020, 11:58 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.