Bagaimana Cara Memilih Asuransi Pendidikan Anak yang Tepat?

Bagaimana Cara Memilih Asuransi Pendidikan Anak yang Tepat?

Setiap orangtua pasti punya keinginan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya seperti jaminan pendidikan. Tidak heran kalau setiap orangtua akan rela mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya.

Namun seperti yang diketahui, biaya pendidikan setiap tahun naik dan semakin mahal. Maka dari itu, orangtua harus menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini. Salah satu pilihannya dengan mengikuti asuransi pendidikan untuk membiayai dana sekolah sampai mereka menyelesaikan pendidikannya. 

Baca juga: Mengenal Jenis dan Manfaat Asuransi Pendidikan Anak

Saat ini, banyak produk asuransi pendidikan anak yang ditawarkan. Saking banyaknya, orangtua kadang bingung harus memilih produk asuransi pendidikan anak yang mana. Nah, untuk memudahkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih asuransi pendidikan anak. 

1. Riwayat Perusahan dan Produk Asuransi Pendidikan Anak

Hal utama yang harus diperhatikan adalah perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi pendidikan anak. Cari tahu track record perusahaan asuransi dan produk asuransi pendidikan anak yang ditawarkan. Poin penting yang harus diperhatikan adalah apakah perusahaan asuransi itu terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Apabila Anda memilih asuransi pendidikan anak menggunakan jasa agen, pastikan agen tersebut sudah terdaftar dan memiliki lisensi dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) untuk produk asuransi regular dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) untuk produk asuransi berbasis syariah. 


2. Besaran Premi yang Dibayarkan

Setelah mengetahui track record perusahaan dan produk asuransinya, berikutnya adalah besaran premi asuransi pendidikan anak. Hitung pula secara detail berapa kebutuhan biaya sekolah anak. Jangan sampai lupa juga untuk pertimbangkan berapa kenaikan biaya sekolah tersebut setiap tahunnya.

Setelah bisa menghitung biaya pendidikan anak tersebut, barulah bisa menentukan jenis produk dan premi asuransi pendidikan anak dibutuhkan. Namun perlu diingat, premi asuransi pendidikan anak yang lebih ringan, maka nominal klaim yang bisa diperoleh tidak akan terlalu tinggi. 

Baca juga: Pilih Mana Tabungan atau Asuransi Pendidikan?

3. Lama Waktu Pembayarannya

Tidak kalah penting adalh menghitung usia anak sampai masuk perguruan tinggi. Hal ini terkait dengan lama waktu pembayaran asuransi. Biasanya, asuransi pendidikan memberikan periode term yang cukup panjang, yakni bisa mencapai 10 tahun. Pahami skema pembiayaan asuransi pendidikan agar bisa mengetahui sampai kapan harus menggunakan asuransi pendidikan anak.

4. Tidak Mudah Tergiur

Asuransi pendidikan anak merupakan jenis produk jangka panjang. Jadi harus cermat dalam memilih produknya. Meskipun banyak pilihan dan masing-masing produk memiliki kelebihan, jangan mudah tergiur dan gegabah mengambil keputusan. Fokuslah pada perusahaan asuransi yang menyediakan produk yang benar-benar sesuai kebutuhan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 2, 2020, 7:37 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.