Setelah BI7DRR Turun, LPS Pangkas Tingkat Bunga Penjaminan 50 bps

Setelah BI7DRR Turun, LPS Pangkas Tingkat Bunga Penjaminan 50 bps

Pada 19 November 2020, Bank Indonesia (BI) telah memutuskan menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen. Secara bersamaan, BI juga menurunkan Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,00 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen.

Menyusul penurunan BI7DRR, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengikuti jejak Bank Indonesia dengan memangkas Tingkat Bunga Penjaminan. Melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK), LPS memutuskan menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan masing-masing sebesar 50 bps untuk simpanan dalam Rupiah di Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Bukan hanya bank umum dan BPS, LPS juga mengambil kebijakan penurunan Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan untuk bank asing sebesar 25 bps. Tingkat Bunga Penjaminan tersebut akan berlaku sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 29 Januari 2021.

Baca juga: Bank Indonesia Pangkas BI7DRR 25 bps Menjadi 3,75-persen

Dengan begitu, Tingkat Bunga Penjaminan LPS yang berlaku menjadi sebagai berikut:

Bank Umum

Bank Perkreditan Rakyat

Rupiah

Valas

Rupiah

4,50 persen

1,00 persen

7,00 persen




Kebijakan menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan berdasarkan beberapa pertimbangan, salah satunya Bank Indonesia telah menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate. Berikut pertimbangan LPS terkait penurunan Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan.

a. Arah suku bunga simpanan perbankan yang masih menunjukkan tren penurunan dan potensial berlanjut sejalan adanya penurunan suku bunga BI7DRR pada bulan November 2020.

b. Kondisi dan prospek likuiditas perbankan yang relatif stabil ditunjukkan dengan petumbuhan dana pihak ketiga yang relatif tinggi di tengah pertumbuhan kredit yang perlu didorong ke sektor riil.

c. Kondisi stabilitas sistem keuangan yang terjaga serta perlunya langkah sinergi bersama dengan otoritas sektor keuangan dan pemerintah untuk turut mendukung percepatan pemulihan perekonomian.

Baca juga: LPS Imbau Nasabah Perbankan Agar tidak Tergiur Bunga Tinggi

Dengan mempertimbangkan perkembangan arah suku bunga simpanan, dinamika dan prospek perekonomian, stabilitas sistem keuangan serta prospek likuiditas perbankan, maka LPS akan terus melakukan asesmen atas kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan sesuai perkembangan yang ada.

Sesuai aturan yang berlaku, bank wajib memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan. Apabila nasabah penyimpan menerima hasil bunga melebihi Tingkat Bunga Penjaminan yang berlaku, maka simpanan nasabah tidak memenuhi kriteria penjaminan LPS.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 25, 2020, 8:59 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.