Inovasi Asuransi Kesehatan Digital untuk Generasi Milenial

Inovasi Asuransi Kesehatan Digital untuk Generasi Milenial

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Profil Generasi Milenial Badan, dari total 100 persen penduduk Indonesia, ada 33,75 persen adalah generasi milenial. Kontribusi dalam perkembangan perekonomian nasional juga cukup krusial.

Sebagai gambaran, PDB sektor ekonomi kreatif meningkat dari Rp784 triliun (2014) menjadi Rp1.105 triliun (2018). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan generasi milenial masih terbilang rendah. Segmen usia 18-25 tahun, tingkat literasi baru mencapai 32,1 persen, sedangkan usia 25-35 tahun memiliki tingkat literasi sekitar 33,5 persen.

Baca juga: Perlukah Asuransi Jiwa untuk Generasi Milenial?

Sementara itu, riset Fastwork Indonesia mendapatkan hasil dimana baru sekitar 35,3 persen milenial yang bekerja sebagai freelancer profesional telah memiliki asuransi kesehatan (di luar BPJS Kesehatan). Menariknya, sebanyak 41,1 persen freelancer menyadari bahwa asuransi kesehatan itu penting dan wajib, 41,2 persen berpendapat penting dan tidak wajib, dan 11,8 persen berpendapat tidak penting dan tidak wajib.

Hasil riset itu juga menyebutkan, ada tiga faktor utama yang menjadi daya tarik bagi mereka dalam memilih asuransi kesehatan adalah harga premi terjangkau, bisa untuk rawat jalan, serta premi dapat dikembalikan jika tidak ada klaim.

Baca juga: Perpaduan Human Touch dan Teknologi Jadi Solusi Industri Asuransi

Marketing & Partnership Manager Fastwork Miera Rahayu memaparkan, hingga Oktober 2020, jumlah freelancer yang terdaftar di Fastwork Indonesia bertumbuh sebesar 87 persen dibandingkan dengan Desember 2019. Sebanyak 67 persen dari mereka menggunakan Fastwork sebagai platform untuk mencari pekerjaan sampingan, dan 33 persen dari mereka adalah murni freelancer.

“Ini menunjukkan generasi milenial adalah generasi yang berjiwa kreatif dan penuh inisiatif dalam mencari peluang penghasilan di tengah pandemi. Karena itu, dalam memilih asuransi kesehatan pun akan diperlukan produk yang memberi berbagai kemudahan dan bernilai lebih, sesuai dengan jiwa mereka yang mengutamakan fleksibilitas dan nggak mau ribet,” kata Miera.


Avrist Assurance melihat itu sebagai peluang yang potensial. Oleh karena itu, Avrist Assurance memperkenalkan sebuah solusi digital bernama Avrist Simple Start, yaitu produk on-demand e-insurance perdana. Produk asuransi ini tersedia khusus di platform e-commerce yang dirancang khusus oleh Avrist Assurance untuk memudahkan milenial dalam mengakses perlindungan Kesehatan berbasis online.

“Kami telah memasarkan Avrist Simple Start dari awal tahun ini. Strategi promosi dan pemasaran pun khusus kami muarakan 100 persen ke ranah digital, termasuk di dalamnya adalah edukasi berkelanjutan mengenai kemudahan dan kepentingan berasuransi sejak dini,” papar Ernest Febrianto, Head of Corporate Marketing Communications, PT Avrist Assurance.

Baca juga: Avrist Assurance Perkuat 5 Kategori Produk Jalur Distribusi Asuransi

Avrist Simple Start hadir dengan beragam keunggulan untuk memudahkan nasabah generasi milenial dalam menikmati pelayanan perlindungan kesehatan, seperti:

•    Pelayanan 100 persen berbasis online mulai dari registrasi, pembayaran, hingga proses klaim yang sederhana dan to the point. Sangat cocok bagi online citizens millennials yang anti ribet.

•    Gebrakan proteksi yang termasuk rawat jalan. Avrist Simple Start memberikan manfaat yang lengkap, mulai dari rawat inap hingga rawat jalan (termasuk biaya perawatan gigi). Ini merupakan gebrakan baru sebagai produk asuransi kesehatan individu digital, karena umumnya, asuransi kesehatan individu hanya meng-cover biaya rawat inap.

•    Premi yang ramah di kantong, dapat dibayarkan secara tahunan maupun bulanan. Harga premi bulanan mulai dari Rp198.000 per bulan dan dapat disesuaikan dengan jenis proteksi yang dibutuhkan nasabah.

•    On-demand service sebagai hasil kolaborasi dengan Halodoc di mana nasabah dapat merasakan pengalaman kemudahan digital seperti DCO (Digital Cashless Outpatient atau Rawat Jalan Tanpa Uang Tunai), serta on-demand service seperti 24 jam seminggu konsultasi dokter online, 24 jam seminggu preskripsi dan pembelian obat secara online, serta pengantaran obat dengan jasa kurir online.

•    Premi 100 persen kembali pada tahun kelima, jika selama 60 bulan masa premi nasabah tidak mengajukan klaim.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 25, 2020, 9:16 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.