Peluang dan Tantangan Layanan Wealth Management di Indonesia

Peluang dan Tantangan Layanan Wealth Management di Indonesia

Masyarakat Indonesia masih cederung konservatof dalam berinvestasi, dimana mereka masih lebih memilih mendepositokan dana mereka. Padahal, masih banyak instrumen lainnya seperti investasi pasar modal (saham dan obligasi) yang belum banyak dipahami, padahal tawaran imbal hasilnya rata-rata di atas deposito.

Hal ini mengindikasikan, edukasi pasar seputar produk investasi perlu dikembangkan dengan cepat dan seluruh pelaku industri perlu menggunakan waktu dan dana untuk menambah jumlah nasabah baru pada masa mendatang. 

Baca juga: Mendorong Pemulihan Perekonomian Melalui Penguatan Investasi

Executive Director Talent Rotation Wealth Management PT Bank DBS Indonesia Koh Keng Swee mengatakan, Mendigitalkan produk kelolaan kekayaan dan menyediakan perencanaan keuangan, yang kuat, adalah cara mendemokratisasikan layanan pengelolaan kekayaan, dan membawa layanan tersebut ke segmen masyarakat Indonesia yang lebih luas.

“Ssaat merancang seluruh proses, kami juga mempertimbangkan proses yang memberikan kemudahan bagi relationship manager dan investment consultant kami, baik dalam menentukan harga, penempatan, atau penyelesaian akhir transaksi,” katanya.

Dalam merancang solusi digital, Bank DBS Indonesia berfokus terutama pada relevansi dengan nasabah, dengan penyampaian dan isi pandangan keuangan yang disesuaikan dengan segmen kekayaan, yaitu mulai dari lower wealth hingga nasabah kelas atas. 

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III 2020 Membaik

Kategori lower wealth membutuhkan pendidikan dasar keuangan dan produk yang lebih mendasar, sedangkan kelas atas membutuhkan produk lebih canggih, fokus internasional lebih luas, dan lebih banyak masukan tentang kecenderungan dan prospek pasar.

Koh Keng Swee percaya bahwa industri layanan pengelolaan kekayaan  di Indonesia siap berkembang menjadi lebih besar. Bank DBS Indonesia memiliki memiliki rangkaian obligasi lokal dan reksa dana unit trust yang kuat. Sebagai pelengkap, Bank DBS menawarkan pilihan instrumen investasi luar negeri, yang semakin berkembang, seperti, investasi syariah di pasar internasional.

Baca juga: Kontribusi Bisnis Ritel Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Tetap Tinggi

Perilaku nasabah Indonesia tidak berbeda dengan nasabah di Asia yang masih didorong oleh transaksi, orientasi perdagangan, dan tentunya orientasi hasil, serta imbal hasil dari obligasi pemerintah. Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim, produk syariah dan solusi syariah harus semakin dipertajam untuk pasar, baik untuk investasi maupun asuransi.

Dengan menilik komposisi pasar Indonesia secara lebih mendalam, Koh Keng Swee menyampaikan bahwa Bank DBS Indonesia bertekad menawarkan layanan menyeluruh, melayani berbagai segmen yang membentuk populasi, yang terus berkembang. “Kami memiliki istilah yang kami gunakan di bank kami, yaitu Wealth Continuum (Kontinum Kekayaan) memahami nasabah mulai dari segmen yang high net worth hingga nasabah ritel,” ucapnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 16, 2020, 10:13 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.