Pakai Prinsip Syariah, Apa Perbedaan Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel?

Pakai Prinsip Syariah, Apa Perbedaan Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel?

Pemerintah sangat gencar menerbitkan berbagai jenis obligasi negara. Secara prinsip pengelolaan, pemerintah menawarkan dua bentuk obligasi negara, yakni konvensional dan syariah. Obligasi negara yang dikelola secara konvensional seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Saving Bond Ritel (SBR) yang kategorinya masuk sebagai Surat Berharga Negara (SBN).

Sementara obligasi negara yang dikelola dengan menerapkan prinsip syariah antara lain Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel. Kedua investasi sukuk ini masuk dalam kategori investasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau disebut Sukuk Negara.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum tahu perbedaan antara Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel. Tidak sedikit pula yang membandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti deposito, saham, dan reksa dana.

Baca juga: Apa Keuntungan dan Risiko Sukuk Tabungan ST007?

Walaupun sama-sama menerapkan prinsip syariah, Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel memiliki perbedaan mendasar. Berikut ringkasan penbedaan Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel dengan instrumen investasi lain.

 

Sukuk Tabungan

Sukuk Ritel

Deposito

Reksa Dana

Saham

Sifat Instrumen

Penyertaan terhadap aset SBSN

Penyertaan terhadap aset SBSN

Tabungan

Produk efek

Penyertaan terhadap perusahaan

Jangka Waktu

2 tahun

3 tahun

3, 6, 12 bulan

Ada

Tidak ada

Imbalan atau Kupon

Mengambang dengan floor dibayar setiap bulan

Tetap dibayar setiap bulan

Bunga deposito dapat berubah setiap saat

NAB

Deviden

Pedagangan di Pasar Sekunder

Tidak bisa, ada opsi early redemption

Bisa diperdagangkan

Tidak bisa

Bisa diperdagangkan

Bisa diperdagangkan

Jaminan Pemerintah

Ada 100 persen

Ada 100 persen

Maksimal Rp2 miliar

Tidak ada

Tidak ada

Minimum Pembelian

Rp1 juta

Rp1 juta

 

 

 

Maksimum Pembelian

Rp3 miliar

Rp3 miliar

 

 

 


Selain Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel, Pemerintah juga memiliki jenis investasi lain yang juga menerapkan prinsip syariah, yaitu Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Investasi yang disebut Sukuk Wakaf Ritel (SWR) ini merupakan salah satu perwujudan program wakaf produktif dari Badan Wakaf Indonesia yang bekerjasama dengan kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sebagai fasilitator.

Baca juga: Mengenal Investasi Sukuk Wakaf Lebih Dekat

Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS) berbentuk investasi sosial di Indonesia dimana wakaf uang yang dikumpulkan oleh Badan Wakaf Indonesia selaku Nazhir melalui Bank Muamalat Indonesia dan BNI Syariah  sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) akan dikelola dan ditempatkan pada instrumen Sukuk Negara atau SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) yang diterbitkan oleh Kementrian Keuangan (Kemenkeu) dengan jangka waktu lima tahun.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 10, 2020, 8:45 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.