Bangga Menjadi Pahlawan Keuangan dalam Keluarga

Bangga Menjadi Pahlawan Keuangan dalam Keluarga

Hari ini, tepat 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari besar Nasional ini banyak dijadikan momentum untuk mengingat kembali jasa para pejuang bangsa yang rela berkorban untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara yang merdeka.

Momen Hari Pahlawan juga bisa dijadikan titik balik bahwa siapapun bisa menjadi seorang pahlawan. Nilai-nilai kepahlawanan bukan hanya bisa diambil untuk dipakai dalam lingkup lingkungan yang luas, tetapi juga lingkup paling kecil seperti keluarga.

Baca juga: 5 Peran Ibu dalam Mengelola Keuangan Keluarga

Pahlawan keluarga, apa maksudnya? Keluarga merupakan komunitas paling kecil dilingkup masyarakat. Tidak perlu melakukan hal-hal yang besar untuk menjadi pahlawan keluarga. Salah satunya dengan menjadi pahlawan keuangan keluarga.

Salah satu cerita menarik tentang pahlawan keluarga digambarkan dari film Keluarga Cemara. Film yang dirilis pada awal 2019 ini mengisahkan tentang bagaimana perjalanan hidup keluarga Abah (Ringgo Agus Rahman), Emak (Nirina Zubir) serta kedua anak mereka, Euis (Zara JKT 48) dan Ara (Widuri Putri Sasono) yang semula hidup nyaman dan mapan lalu berubah mendadak bangkrut.


Film karya Arswendo Atmowiloto ini memberikan banyak pesan, salah satunya adalah pengolaan keuangan keluarga. Film ini juga memberikan pelajaran bahwa setiap keluarga harus memiliki penopang keuangan  seperti investasi dan dana darurat. Pasalnya, roda kehidupan itu berputar, ada saat hidup berkecukupan dan bisa saja suatu waktu hidup akan kekurangan.

Saat kondisi keuangan baik, manfaatkan untuk melakukan investasi. Ada banyak pilihan investasi yang bisa diambil mulai dari jenis investasi jangka pendek atau jangka panjang. Jenis investasi jangka pendek seperti deposito, reksa dana, dan obligasi negara. Untuk investasi jangka panjang pilihannya antara lain emas, saham, properti, tabungan berjangka, reksa dana saham, Pilihan jenis investasi itu tentu harus disesuaikan dengan tujuannya.

Baca juga: 7 Kebutuhan yang Wajib Ada dalam Perencanaan Keuangan

Pelajaran penting lainnya adalah setiap keluarga harus memiliki dana darurat.  Salah satu keuntungan dari dana darurat adalah proteksi terhadap krisis yang mungkin saja terjadi. Mulai dari krisis ekonomi, ancaman PHK, kecelakaan, hingga biaya rumah sakit yang melonjak tinggi. Menyiapkan dana darurat penting untuk dilakukan agar Anda siap membayar tanggungan yang mendesak.

Terlebih lagi saat terjadi krisis ekonomi atau krisis dunia yang berimbas buruk pada sumber penghasilan Anda. Dana darurat bisa digunakan untuk menunjang hidup dan keluarga selama beberapa bulan hingga tahun sampai akhirnya Anda bisa kembali bekerja dengan gaji normal. Ini juga menjadi jaminan hidup yang tetap nyaman dalam segala kondisi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 10, 2020, 8:34 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.