Erick Thohir: IFG Jadi Pilar Industri Keuangan Indonesia

Erick Thohir: IFG Jadi Pilar Industri Keuangan Indonesia

Setelah resmi dibentuk oleh Pemerintah, Indonesia Financial Group (IFG) diharapkan bisa menjadi penggerak finansial perekonomian Indonesia khususnya di bidang perasuransian dan penjaminan. IFG menjalankan peran dan fungsi penting dalam pembangunan nasional melalui industri asuransi dan penjaminan yang kuat, serta mendirikan asuransi jiwa yang dapat memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat.

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik lahirnya IFG. Sebagai holding BUMN asuransi dan penjaminan, IFG berperan sebagai pilar penting dalam industri keuangan Indonesia dalam menciptakan produk dan jasa layanan yang inovatif, cermat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

"Tentu sebagai lembaga keuangan yang menaungi bidang investasi, asuransi, dan penjaminan, Indonesia Financial Group diharapkan mampu menaikkan pertumbuhan industri keuangan dan selalu mengedepankan semangat amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif atau kami sebut dengan akhlak," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Financial Group Perkuat Industri Asuransi dan Penjaminan

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengharapkan, kehadiran IFG dapat semakin mendorong transformasi institusi-institusi keuangan terutama di bidang perasuransian. "Saya berharap IFG dapat menjalankan peran penting dalam meningkatkan investasi dan memulihkan perekonomian Indonesia melalui produk dan layanan keuangan yang inovatif dan kolaboratif," tuturnya.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan IFG adalah semangat besar pemerintah untuk menghadirkan layanan dan produk keuangan terlengkap. Di tengah berbagai macam permasalahan yang dihadapi industri asuransi, pangsa pasar asuransi Indonesia masih sangat luas untuk dijajaki.


Penetrasi pasar asuransi masih terbilang rendah. Pasalnya, dari 273 juta penduduk Indonesia hanya sekitar 1,7 persen yang telah mengikuti program asuransi.  Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku industri asuransi untuk terus berekspansi, terutama pada era digital saat ini.

"Kehadiran IFG memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia melalui berbagai macam program yang dimiliki. Saya berharap sebanyak mungkin masyarakat turut memanfaatkan produk-produk asuransi yang telah disediakan oleh IFG,” ucap Luhut.

Baca juga: Jakarta Menetapkan Kebijakan Asimetris UMP 2021, Apa Artinya?

Untuk memperkuat bisnis holding dan meningkatkan pelayanan, IFG juga mendirikan IFG Life, perusahaan asuransi yang fokus di layanan asuransi jiwa dan kesehatan. Kedepannya IFG Life akan menerima migrasi polis asuransi dari nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) hasil restrukturisasi.

“IFG Life akan fokus pada layanan asuransi jiwa berbasis proteksi. Perusahaan juga akan menawarkan produk perencanaan masa depan dalam bentuk dana pensiun, yang berbentuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK),” ucap Pantro Pander Silitonga, Direktur Bisnis IFG.

Pemerintah telah menyetujui untuk menyuntikkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp22 triliun kepada IFG. Suntikan modal itu akan diberikan dengan dua tahap, yakni sebesar Rp12 triliun pada 2021 dan Rp10 triliun pada tahun berikutnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 4, 2020, 11:10 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.