Lewat Gadai Efek, Pegadaian Beri Pinjaman Sampai Rp20 Miliar

Lewat Gadai Efek, Pegadaian Beri Pinjaman Sampai Rp20 Miliar

Bukan hanya berupa barang seperti perhiasan, kendaraan bermotor atau benda berharga lainnya, Pegadaian juga memberikan pinjaman melalui produk gadai efek. Gadai efek adalah pemberian pinjaman dengan jaminan kepemilikan surat berharga yaitu saham dan obligasi.

Dengan produk gadai efek ini, investor individu maksimal bisa mendapatkan pinjaman dari Pegadaian dengan skema gadai sampai maksimal Rp5 miliar. Sedangkan, investor korporasi dapat memperoleh pinjaman sampai Rp20 miliar.

Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, produk gadai efek ini memiliki beberapa kelebihan. Pertama, efek tidak berpindah tangan, tetap dimiliki oleh nasabah. Kedua, hak yang melekat seperti kupon dan hak atas aksi korporasi tetap dimiliki investor. Ketiga, tujuan penggunaan dana fleksibel sesuai kebutuhan investor, bisa untuk kebutuhan produktif, konsumtif maupun kebutuhan investasi.

Baca juga: Apa Beda Pergadaian, Usaha Gadai, dan Pegadaian?

“Efek yang diterima sebagai jaminan gadai ada dua jenis yaitu saham dan obligasi. Untuk saham yang diterima adalah saham unggulan dengan indeks LQ 45 dan haircut Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) maksimal dari 30 persen. Sedangkan obligasi yang diterima adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Surat Utang Negara (SUN),” katanya.

Haircut merupakan persentase tertentu dari suatu saham yang ditetapkan oleh KPEI sebagai pengurang nilai pasar wajar saham. Dalam menetapkan nilai haircut, KPEI dibantu dengan Komite Haircut sebagai salah satu organ perusahaan yang turut menetapkan kriteria dan menentukan besarannya.


Kuswiyoto menambahkan, ke depan barang jaminan akan dikembangkan sesuai kebutuhan investor. Misalnya saham-saham non LQ 45 maupun obligasi korporasi pun dapat diterima sebagai jaminan gadai. Tentunya dengan kriteria penilaian tertentu yang ditetapkan Pegadaian dan disepakati oleh investor.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo mengaku optimis ke depan pengembangan produk ini akan tumbuh lebih baik. Sejak diluncurkan sampai dengan 15 Oktober 2020, Pegadaian telah menyalurkan pinjaman gadai saham dengan omset sebesar Rp350 miliar.

Baca juga: Sejarah Bisnis Gadai dari Masa ke Masa

“Gadai efek ini bisa menjadi alternatif pendanaan yang baik dan efisien sehingga menguntungkan investor. Pasalnya, sewa modalnya kompetitif dengan biaya administrasi yang ringan. Jangka waktu pinjaman juga relatif fleksibel dengan range pinjaman mulai Rp1 juta,” jelasnya.

Produk gadai efek merupakan reaktivasi dari produk gadai saham yang diluncukan tahun 2007. Reaktivasi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dana para investor tanpa membatasi pemanfaatan dananya.

Produk ini dapat diakses melalui aplikasi Pegadaian Digital sehingga mempermudah transaksi melintasi jarak maupun waktu. Selain cepat dan akurat, juga sangat sesuai dengan protokol kesehatan dalam rangka memutus penyebaran virus Covid-19.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 2, 2020, 8:21 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.