Pandemi Dorong Perubahan Profil Risiko Debitur dan Peningkatan NPL

Pandemi Dorong Perubahan Profil Risiko Debitur dan Peningkatan NPL

Lebih dari enam bulan pandemi Covid-19 melanda dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Ketersediaan vaksin menjadi tumpuan untuk mengembalikan kondisi seperti semula. Di sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga bisa pastikan minus, sehingga harus bersiap masuk dalam situasi resesi ekonomi.

Selain itu, perbaikan sisi permintaan yang didukung oleh penyaluran kredit secara prudent dan kecukupan manajemen risiko merupakan syarat utama upaya menggerakkan kembali roda perekenomian sekaligus perbaikan pertumbuhan ekonomi.

Perekonomian tahun depan berpeluang kembali positif. Pemulihan ekonomi akan terjadi secara terbatas, namun belum bisa kembali ke kondisi sebelum pandemi. Ketersediaan vaksin merupakan faktor kunci dalam percepatan pulihnya aktivitas ekonomi.

Baca juga: Ini Dampaknya Jika Anda Punya Skor Kredit Buruk

Yohanes Arts Abimanyu selaku Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit–IdScore mengungkapkan, berdasarkan data kelolaan yang diamati, pandemi telah memengaruhi kemampuan membayar debitur yang menyebabkan terjadinya perubahan profil risiko debitur dan peningkatan NPL.

Nilai portfolio kredit anggota (dari kalangan Bank Umum, BPD, BPR dan Perusahaan Pembiayaan) pada Agustus 2020 tercatat Rp3.335 trilun atau turun 17 persen dibanding Februari yang nilainya Rp4.010 triliun. Sementara itu, total portfolio kredit total (anggota dan non anggota) per Agustus 2020 tercatat Rp6.033 triliun atau menurun 12 persen dibanding posisi Februari 2020.

“Walaupun demikian, nilai portfolio kredit tersebut boleh dibilang relatif terjaga dan stabil selama masa pandemi terhitung sejak Maret dimana rata-rata portfolio bulanan anggota tercatat di level Rp3.347 triliun dan total sebesar Rp6.145 triliun,” jelas Abimanyu webinar bertajuk “Menakar Optimisme Pertumbuhan Kredit di Tengah Tantangan”.


Ditinjau dari sisi NPL, data menunjukkan bahwa tingkat NPL anggota PEFINDO Biro Kredit pada Agustus 2020 tercatat 3,81 persen atau naik dibanding Februari yang sebesar 2,81 persen. Sementara itu, tingkat NPL total (anggota dan non anggota) per Agustus tercatat 4,08 persen dibanding posisi Februari yang sebesar 2,81 persen.

Pandemi juga mengakibatkan berkurangnya kemampuan sebagian debitur yang tercermin dari perubahan sebaran risk grade berupa peningkatan persentase debitur high risk dan very high risk dan penurunan persentase debitur kategori very low, low dan average risk.

Baca juga: Lakukan Analisa Utang dan Lunasi Segera

“Total persentase risiko debitur high dan very high masih tergolong tinggi dengan rata-rata di atas 40 persen dan terus meningkat terutama sejak Maret. Pada Juli, persentase total kategori ini bahkan mencapai 45,2 persen atau meningkat 3,2 persen dibandingkan Desember 2019 yang sebesar 41,2 persen”

Kondisi saat ini menuntut lembaga keuangan untuk mengedepankan pengelolaan risiko dan memanfaatkan semua jenis informasi dan data secara optimal, agar risiko dapat termonitor guna mengejar pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen mendukung penerapan manajemen risiko terukur melalui penyediaan produk credit scoring sekaligus mendukung inklusi keuangan melalui perluasan akses pembiayaan ke seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Abimanyu.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 16, 2020, 8:08 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.