PSBB Transisi dan Resesi Ekonomi, Bagaimana Sektor Ritel Bertahan?

PSBB Transisi dan Resesi Ekonomi, Bagaimana Sektor Ritel Bertahan?

Kondisi perekonomian Indonesia sudah bisa dipastikan akan mengalami resesi ekonomi. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Kedua situasi ini pastinya akan mempengaruhi pergerakan sektor properti khususnya ritel.

Senior Associate Director Retail Services Colliers International Indonesia Sander Halsema menilai, pandemi Covid-19 telah menyebabkan penjualan ritel turun dan resesi kemungkinan besar akan mempercepat penurunan ini. Hal itu disebabkan tidak semua konsumen memiliki respon dan kebiasaan belanja yang sama selama masa pandemi.

Baca juga: Prediksi Pasar Apartemen Jakarta hingga Akhir Tahun 2020

“Meskipun tidak setiap konsumen memiliki respon dan kebiasaan belanja yang sama selama periode tersebut, penting bagi pengecer untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang pelanggan mereka dan terus terlibat dengan mereka agar tetap relevan ketika keadaan membaik,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima duitologi.com (13/10/2020).

Colliers memahami bahwa pemerintah bertujuan membantu pemulihan ekonomi dengan memungkinkan bisnis beroperasi kembali dalam PSBB transisi ini. Dibukanya kembali pusat perbelanjaan, restoran dan toko retail untuk umum merupakan perkembangan positif, meski hanya untuk 50 persen dari total kapasitas.


Peluang Sektor Ritel

Meskipun situasi ekonomi tidak stabil, namun hal itu tidak menutup peluang yang dimiliki properti ritel. Colliers melihat, beberapa pengecer menghasilkan data yang dapat digunakan untuk meningkatkan operasi bisnis mereka dan melakukan inovasi produk atau stock keeping unit (SKUs).

Sander mencontohkan, salah satu jaringan kedai kopi terkenal di Indonesia menggunakan ilmu data untuk menentukan tempat membuka gerai baru. Awalnya, mayoritas gerai mereka dibuka di kawasan CBD dan kawasan padat penduduk lainnya tempat orang bekerja dan menghabiskan hari mereka.

Baca juga: Ingin Mengajukan Pinjaman? Cek Riwayat Pinjaman di SLIK Online

“Karena pandemi, kebanyakan orang bekerja dan tinggal di rumah di daerah di mana mereka tidak memiliki jaringan toko. Berdasarkan data yang dihasilkan dari aplikasi, mereka tahu area mana yang paling banyak dipesan orang, dan mereka telah menggunakan data tersebut untuk membuat peta guna menentukan tempat untuk membuka toko baru,” ungkap Sander.

Dalam situasi ini, Colliers melihat bagaimana pertumbuhan belanja online, teknologi, dan offline retailers dapat diintegrasikan untuk meningkatkan penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada peluang yang dapat dimanfaatkan baik oleh retail tenants dan retail landlords.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 14, 2020, 8:07 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.