Covid-19 Mempercepat Perubahan Tren Perilaku Konsumen Indonesia

Covid-19 Mempercepat Perubahan Tren Perilaku Konsumen Indonesia

Pandemi Covid-19 memukul banyak sektor ekonomi. Aktivitas bisnis dan perputaran uang menjadi sangat lambat. Sektor bisnis tumbuh melambat yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara yang pada kuartal ketiga ini diprediksi kembali minus seperti kuartal kedua 2020.

Situasi pandemi ini juga membuat perubahan perilaku masyarakat. Survei yang dilakukan oleh DBS Group Research menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan tren perilaku konsumen di Indonesia serta bagaimana perusahaan-perusahaan di sektor konsumer beradaptasi akibat pandemi.

Baca juga: Fakta Menarik Perilaku Konsumen Selama Periode Work From Home

Pemerintah Indonesia memberlakukan beberapa kebijakan untuk menekan penyebaran virus Covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan PSBB tentunya juga mempunyai dampak yang luas, dan para ekonom memperkirakan PDB Indonesia akan mengalami kontraksi sebesar 1 persen atau lebih pada 2020 dari pertumbuhan sebesar 5 persen sebelumnya.

Untuk memastikan dampak pandemi dan PSBB terhadap perilaku konsumen, DBS Group Research menyelenggarakan survei untuk mengetahui bagaimana perubahan perilaku dan kebiasaan berbelanja konsumen, serta bagaimana perusahaan FMCG merespons dan beradaptasi.


Meski tidak mengejutkan, hasil survei ini merangkum dampaknya menggunakan akronim 3HATS, yakni kesehatan, fokus pada rumah, masakan rumahan, percepatan e-commerce, dan berhenti membeli kebutuhan sehari-hari di toko tradisional (health, home-ward focused, home-cook, accelerated e-commerce, and traditional grocery no more).

Selain itu, mengingat ketidakpastian, tampaknya para responden berhati-hati dengan pandangan mereka tentang masa depan dan mengalokasikan lebih banyak pendapatan mereka ke tabungan dan investasi, setidaknya untuk 3-6 bulan ke depan, ketimbang menghabiskan uang untuk belanja barang dan kegiatan tidak perlu.

Baca juga: Masyarakat Perlu Edukasi Agar Menjadi Konsumen Cerdas

Karena pandemi Covid-19, ekspektasi jangka panjang seperti pengeluaran untuk makanan akan menurun, tetapi memperkirakan perubahan antara 2020-2022. Sebagai persentase dari total keranjang konsumsi, kini diproyeksikan makanan menjadi lebih tinggi sebesar 50,1 persen pada 2020 dan secara bertahap menurun seiring dengan pemulihan ekonomi pada 2021-2022.

DBS Group Research juga melakukan wawancara dengan beberapa perusahaan FMCG untuk membahas dampak pandemi ini, bagaimana mereka beradaptasi serta pandangan mereka terhadap prospeknya. Hasilnya, perusahaan tampaknya masih mampu mengatasi keadaan dengan baik, meskipun ketidakpastian tentang apa yang akan dihadapi pada masa depan, serta kebutuhan untuk fokus ke diversifikasi, baik produk, geografi, saluran penjualan, dan lainnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 7, 2020, 7:59 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.