Apa Beda Pergadaian, Usaha Gadai dan Pegadaian?

Apa Beda Pergadaian, Usaha Gadai dan Pegadaian?

Banyak orang belum bisa membedakan antara pergadaian, usaha gadai dengan Pegadaian. Keterbatasan informasi dan minimnya pengetahuan membuat pergadaian dan usaha gadai sama dengan Pegadaian. Padahal dari penyebutannya saja sudah berbeda. Lantas apa perbedaan pergadaian, usaha gadai, dan Pegadaian?

Pegadaian merupakan nama brand PT Pegadaian (Persero), perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berstatus perusahaan perseroan yang melakukan bisnis sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 31/POJK.05/2016.

Baca juga: Ingin Gadai di Perusahaan Pegadaian Swasta? Cek Dulu Legalitasnya

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) R. Swasono Amoeng Widodo menjelaskan, nama dan logo Pegadaian telah tercatat sebagai hak atas karya intelektual PT Pegadaian (Persero) sejak tahun 2009 dan telah diperpanjang pada tahun 2019 untuk 10 tahun ke depan.

“Dalam POJK 31 tahun 2016 tersebut dinyatakan bahwa pengertian usaha pergadaian adalah segala usaha menyangkut pemberian pinjaman dengan jaminan barang bergerak, jasa titipan, jasa taksiran, atau jasa lainnya, termasuk yang diselenggarakan berdasarkan prinsip syariah,” jelas Amoeng dikutip dari laman resmi Pegadaian.

Baca juga: Program Gadai Tanpa Bunga Pegadaian Diperpanjang hingga Akhir Tahun

Berdasarkan data yang ada di Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) sampai dengan Agustus 2020 terdapat 49 perusahaan gadai swasta yang telah mengnatongi Surat Izin Usaha Gadai dari OJK selaku regulator. Selebihnya, sekitar 80 perusahaan sedang mengurus perizinan.


Dengan mencermati hal di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah pergadaian adalah nama dari sebuah industri atau usaha yang bergerak dalam bisnis gadai. Sedangkan, Pegadaian adalah brand atau merk milik PT Pegadaian (Persero) salah satu perusahaan BUMN yang melakukan usaha dalam bisnis yang sama.

PT Pegadaian (Persero), pemilik brand Pegadaian adalah perusahaan BUMN yang dibuka pertama kali di Sukabumi pada tanggal 1 April 1901. Sampai dengan Agustus 2020, PT Pegadaian telah mempunyai outlet sebanyak 4.100 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga: Apa Saja yang Bisa Digadaikan di Pegadaian?

Produk dan layanan Pegadaian juga dapat diakses di lebih 11.000 agen. Pegadaian juga telah mengembangkan layanan secara elektronik dengan aplikasi Pegadaian Digital yang dapat diunduh di Playstore atau App Store.

Dalam mengelola bisnis, Pegadaian selalu mengimplementasikan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik yang menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan (fairness). Salah satunya pengelolaan lelang, setiap barang jatuh tempo yang dilelang melebihi kewajiban pembayaran, nasabah berhak memperoleh uang kelebihan dari penjualan tersebut.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 6, 2020, 9:29 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.