Peran Perbankan Syariah dalam Pengembangan Industri Halal

Peran Perbankan Syariah dalam Pengembangan Industri Halal

Perbankan syariah harus kuat dan kontributif, terhadap pembangunan masyarakat yang madani dan sejahtera. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, perbankan syariah mampu menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan dengan perbankan konvensional.

Mengacu data terkini statistik perbankan Indonesia dan statistik perbankan syariah yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset perbankan syariah masih tumbuh sebesar 9,22 persen, lebih tinggi dari perbankan konvensional yang tumbuh 4,98 persen. Dengan postur aset tersebut, perbankan syariah memiliki market share sebesar 6,13 persen.

Baca juga: 3 Faktor Pendorong Pertumbuhan Perbankan Syariah di Era New Normal

“Kita harus mampu beradaptasi ekonomi yang ada untuk mencari dan mengoptimalkan peluang-peluang baru, terutama pada ekosistem ekonomi halal (halal economic system industry),” ujar Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dalam media workshop virtual mengenai literasi dan inklusi keuangan perbankan syariah bertema Bank Syariah dan Tren Halal Lifestyle di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto menjelaskan, dalam situasi dan kondisi krisis akibat pandemi saat ini, pelaku industri memiliki kesempatan untuk melakukan review atas produk, cara men-deliver produk dan berkomunikasi dengan konsumen.


“Seiring digitalisasi, tren halal industry juga terkena dampaknya dan harus melakukan perubahan, untuk itu diperlukan adanya kolaborasi,” kata Wahyu. Bank syariah perlu menjadi kolaborator yang menghubungkan stakeholder industri halal dan ekosistem halal. Bank syariah juga perlu meningkatkan peran intermediary untuk mendukung produsen industri halal melalui akses permodalan.

Baca juga: Tantangan Perbankan Syariah di Masa Pandemi

Sementara itu, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menjelaskan komitmen pemerintah untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk menopang industri halal perlu lembaga keuangan syariah yang kuat, termasuk di dalamnya perbankan syariah yang menopang industri produk halal sehingga tercipta halal value chain.

Tidak hanya meningkatkan industri halal, menurut Sultan penting untuk mengembangkan dan memperluas kegiatan usaha syariah yang memunculkan UMKM yang berorientasi ekspor. “Perlu disiapkan infrastruktur, baik itu berupa kawasan industri halal, laboratorium industri halal, pelabuhan halal untuk memunculkan produk-produk yang inovatif, yang tidak hanya berorientasi domestik tetapi juga global,” kata Sutan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 1, 2020, 10:09 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.