Pecahkan Rekor SBN Ritel Online, Penjualan SR013 Mencapai Rp25,6 Triliun

Pecahkan Rekor SBN Ritel Online, Penjualan SR013 Mencapai Rp25,6 Triliun

Masa penawaran Sukuk Ritel seri SR013 telah berakhir pada 23 September 2020. Setelah hampir sebulan masa penawaran, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko atas nama Menteri Keuangan menetapkan hasil penjualan Sukuk Ritel seri SR013.

Meskpun ditawarkan dalam masa pandemi Covid-19, total volume pemesanan pembelian SR013 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp25,6 triliun. Hasil penjualan sebesar Rp25,67 triliun melampaui target Pemerintah untuk pembiayaan di tengah ketidakpastian kondisi pasar keuangan akibat wabah virus corona yang melanda Indonesia.

Baca juga: Bagaimana Simulasi Investasi Sukuk Ritel SR013

Hal itu menunjukkan bahwa Sukuk Ritel seri SR013 ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Bahkan Sukuk Ritel seri SR013 berhasil meraih capaian penjualan terbesar dan investor terbanyak sepanjang penerbitan SBN Ritel Online sejak tahun 2018.

Penjualan SR013 menjangkau 44.803 investor di seluruh provinsi di Indonesia. SR013 berhasil menggaet investor baru sebanyak 16.234 atau 36,23 persen dari total investor dengan jumlah terbesar (44,92 persen) berasal dari investor milenial. Generasi milenial juga mendominasi jumlah investor terbanyak sebesar 16.392 orang atau 36,59 persen.


Faktor positif yang berpengaruh terhadap besarnya penjualan SR013, antara lain imbalan yang masih cukup menarik meskipun lebih rendah dari kupon SR012 dan ORI017, proses pembelian mudah dan merupakan produk investasi yang aman dan likuid serta memiliki basis investor luas.

Selain itu, banyak masyarakat yang diperkirakan memiliki dana idle karena PSBB sehingga spending menurun yang memerlukan instrumen investasi yang aman dan likuid, serta adanya SBR004 yang jatuh tempo pada tanggal 20 September 2020.

Baca juga: Target Investasi Sukuk Ritel SR013 Mencapai Rp5 Triliun

DJPPR Kemenkeu mencatat tata-rata volume pemesanan SR013 sebesar Rp572,86 juta dengan volume pemesanan terbanyak dengan nominal di atas Rp1 miliar (59,73 persen). Jumlah Investor Generasi Z (di bawah 19 tahun) yang berinvestasi sebanyak 291 investor (Rp126,14 miliar) atau rata-rata pembelian sebesar Rp433,48 juta. Jumlah investor Gen Z jauh lebih tinggi dibandingkan SR012 yang hanya 88 investor.

Dilihat berdasarkan pekerjaan, profesi pegawai swasta mendominasi jumlah investor yaitu sebanyak 14.753 investor (32,93 persen) dengan volume pemesanan sebesar Rp5,55 triliun (21,62 persen). Sedangkan profesi wiraswasta mendominasi volume pemesanan yaitu sebesar Rp12,19 triliun (47,51 persen) dengan jumlah investor sebanyak 14.104 investor (31,48 persen).


Catatan lainnya, wilayah Indonesia Bagian Barat (selain DKI Jakarta) masih mendominasi pemesanan dengan jumlah investor sebanyak 26.647 investor (59,48 persen) dan volume pemesanan sebesar Rp13,79 triliun (53,73 persen). Nominal Penjualan SR013 di Wilayah Indonesia Timur meningkat 155 persen (Rp94,75 miliar) dibandingkan SR012 dengan peningkatan jumlah investor sebesar sebanyak 121 orang atau 105 persen.

Jumlah Investor yang melakukan pemesanan dengan nominal Rp1-5 juta sebanyak 4.194 investor (9,36 persen). Investor yang melakukan pembelian >2x pada seri SBSN Retail Online sebelumnya Sejak ST002 dan SR011 sebesar 19.366 investor.

Baca juga: 4 Langkah Mudah Berinvestasi Sukuk Ritel SR013

Setelmen Sukuk Negara Ritel seri SR013 akan dilaksanakan pada tanggal 30 September 2020 dan dicatatkan di PT. Bursa Efek Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2020. Namun demikian, perdagangan di pasar sekunder baru dapat dilakukan pada tanggal 11 Desember 2020 karena SR013 memiliki minimum holding period sampai dengan dua periode imbalan.

Sampai dengan bulan September 2020, Pemerintah telah menerbitkan sebanyak empat Instrumen SBN Ritel (SBR009, SR012, ORI017 dan SR013) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp58,39 triliun. Penerbitan Instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 30, 2020, 7:23 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.