Alasan Pentingnya Perlindungan Asuransi Kesehatan Penyakit Kanker

Alasan Pentingnya Perlindungan Asuransi Kesehatan Penyakit Kanker

Jumlah penderita penyakit kanker di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan rumusan Rakornas 2019 Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyebutkan, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia sebanyak 1.362 per 1 juta penduduk. Kejadian kanker tertinggi di Indonesia untuk laki-laki adalah kanker paru sebesar 194 per 1 juta penduduk dengan kematian 109 per 1 juta penduduk.

Kanker masih menjadi penyakit mematikan hingga saat ini. Pada tahap awal, penderita kanker sering tidak menyadari mereka terkena penyakit ini. Itu sebabnya, pemerintah, para peneliti, paramedis, pelaku industri kesehatan terus melakukan berbagai edukasi dan pengembangan terkait pengobatan, pencegahan, penyediaan akses pengobatan bagi pasien kanker hingga teknologi pengobatan kanker.

Memberikan peringatan akan bahaya kanker juga telah menginsipirasi perusahaan asuransi untuk menyediakan produk asuransi yang dapat membantu masyarakat melakukan pengobatan karena jika memiliki asuransi kesehatan, pastinya akan berguna untuk mengantisipasi biaya pengobatan.

Baca juga: Sequis Menghadirkan Dua Produk Asuransi Jiwa Terbaru

Salah satunya adalah Sequis dengan menawarkan produk asuransi kesehatan Sequis Q Infinite MedCare Rider (SQIMC) dengan menambahkan fasilitas X Booster agar pasien bisa mendapatkan pengobatan yang komprehensif.

Terkait pengobatan kanker, SQIMC dengan X Booster menawarkan manfaat penggantian biaya kesehatan sesuai tagihan (as charged) untuk rawat jalan kanker dan cuci darah dan perawatan kanker non-medis (alternatif) atau dikenal dengan perawatan kanker eksperimental hingga Rp1,8 miliar per tahun.

Perawatan itu sudah termasuk untuk konsultasi, pemeriksaan tes, dan obat dalam jangka waktu 30 hari kalender sebelum, atau 90 hari kalender sesudah mendapatkan terapi hormon, terapi imun atau terapi target. Ini tentu kabar gembira, yaitu semakin majunya ilmu dan teknologi kedokteran sehingga telah banyak kanker yang dapat dideteksi dini.


Dengan melakukan pemeriksaan berkala, ditambah memiliki asuransi Sequis Q Infinite MedCare Rider dengan X Booster maka pasien berkesempatan mendapatkan pengobatan terbaik. Apalagi, jika pasien mendapatkan pelayanan yang nyaman dan tidak lagi khawatir memikirkan biaya pengobatan maka pasien memiliki harapan untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal.

Oleh karena itu menambah pengetahuan mengenai penyakit kanker sangat bermanfaat agar pasien dan keluarga dapat siap fisik dan mental, memiliki semangat, dan pikiran yang positif bahwa kanker dapat dilawan. Cara jitu melawan kanker, yaitu menjalankan pengobatan sesuai prosedur medis dan mengonsumsi nutrisi seimbang sesuai petunjuk nutrisionis.

Baca juga: Sequis Life Tawarkan Produk Perlindungan Kesehatan Hingga Rp90 Miliar

Dokter Spesialis Bedah Digestive dr. Sylvia F.Laura, SpB-KBD Ciputra Hospital Tangerang mengatakan, dengan memiliki pengetahuan mengenai penyakit kanker yang tepat, pasien akan memiliki kesadaran yang tinggi dan berinisiatif untuk melakukan deteksi dini kanker, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terkena kanker.

“Sayangnya, kebiasaan hidup sehat dan upaya meningkatkan kesehatan belum menjadi kebiasaan dalam masyarakat kita. Lebih banyak orang peduli pada bagaimana mengobati penyakit dari pada mencegahnya. Di sisi lain, banyak juga masyarakat yang enggan memeriksakan diri ke dokter dan  lebih memilih berobat ke alternatif,” sebut dr. Sylvia.

Mereka yang berisiko terkena kanker, contohnya pada kanker usus besar, umumnya berusia di atas 50 tahun, laki-laki lebih sering dari pada wanita, memiliki riwayat keluarga menderita kanker, gaya hidupnya tidak sehat, berat badan berlebih, jarang mengonsumsi makanan berserat, dan sering terpapar zat kimia tertentu.

Baca juga: Masyarakat Butuh Asuransi Kesehatan Menyeluruh dan Terjangkau di Masa Pandemi

Gejala yang timbul, seperti defekasi yang tidak normal, disertai darah, dan lendir,  serta nyeri saat BAB. Diperlukan skrining agar kanker dapat ditemukan lebih dini. Skrining dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan atau deteksi dini. Dalam kasus kanker usus besar, colonoskopi merupakan gold standard sebagai diagnostik maupun terapi.

Melalui colonoskopi, jaringan kanker dapat diambil (biopsi) agar jenis histopatologi pada kanker dan stadiumnya dapat kita diketahui  sehingga kanker dapat ditangani dengan tepat. Semakin dini kanker dapat dideteksi, semakin baik prognosis (prediksi perkembangan penyakit dari tanda dan gejala apakah membaik atau memburuk) dan survival rate (kelangsungan hidup) pasien.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 23, 2020, 8:47 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.