Dukung Sustainable Fashion, Andien Mendirikan Yayasan Setali

Dukung Sustainable Fashion, Andien Mendirikan Yayasan Setali

Perubahan ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan telah banyak diterapkan oleh individu untuk membantu menyelamatkan bumi. Bukan hanya individu, korporasi juga memiliki peran penting dalam mendukung berjalannya gaya hidup ramah lingkungan.

Hal itu terungkap dalam acara bersama Inspigo yang bertajuk “Shift Happens – Simple Step to Shift into Sustainable Lifestyle” yang diselenggarakan oleh Bank DBS Indonesia. Salah satu pembicara dalam acara tersebut adalah penyanyi Andien Aisyah.

Penyanyi bernama lengkap Andini Aisyah Haryadi ini adalah figur yang aktif menyuarakan gerakan sustainability atau ramah lingkungan. Andien, yang sekarang menjalankan gaya hidup sebagai seorang vegan, menganggap mengubah gaya hidupnya yang lama menjadi lebih ramah lingkungan tidaklah mudah.

Baca juga: Bagaimana Memperoleh Keuntungan Finansial dari Bisnis Wirausaha Sosial

Menurutnya, untuk memiliki gaya hidup yang ramah lingkungan dibutuhkan konsistensi dan kesadaran dari diri sendiri bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja dan jika dibiarkan akan terus memperparah keadaan.

“Setiap orang harus memiliki collective consciousness atau kesadaran kolektif, yaitu di mana satu orang sadar apa yang ia lakukan sangat berdampak baik dan besar bagi lingkungan. Hal ini tentu bisa membawa perubahan besar jika dilakukan secara bersama-sama,” ujar Andien.

Selain menjadi vegan, Andien juga mendukung sustainable fashion yang membawanya mendirikan Yayasan Setali bersama teman-temannya dengan misi untuk mengurangi konsumsi fast fashion. Yayasan Setali sendiri mengumpulkan pakaian-pakaian yang sudah tidak terpakai untuk dijual kembali yang kemudian hasilnya didonasikan.

Baca juga: 5 Strategi Bisnis yang Perlu Diketahui Social Entrepreneur

Dalam kesempatan yang sama, Andien juga menyampaikan bahwa Yayasan Setali telah bekerja sama dengan Bank Sampah Bersinar dalam mengelola baju-baju reject atau yang tidak lolos kurasi. Baju-baju tersebut diberikan kepada pemulung untuk mereka jual lagi atau pakai.

Di samping itu, Yayasan Setali juga mendaur ulang atau upcycling baju-baju reject mereka untuk terus menjalankan proses sustainability dan mendukung circular fashion. “Aku banyak sekali menggali ke dalam diri, sehingga aku bisa tidak merasa fulfillment aku ada pada barang atau sesuatu yang bentuknya materi,” tutup ibu dari Anaku Askara Biru dan Anaku Tarisma Jingga.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 21, 2020, 8:48 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.