Tren Belanja Online Orang Indonesia Selama PSBB

Tren Belanja Online Orang Indonesia Selama PSBB

AppsFlyer merilis laporan belanja terbaru bertajuk The State of Shopping App Marketing 2020 Edition. Dalam laporan itu, AppsFlyer banyak memaparkan perkembangan belanja online di Asia Pasifik dan salah satunya adalah tren belanja online di Indonesia.

Laporan tersebut menyebutkan, di Asia Pasifik, permintaan terhadap aplikasi e-commerce dan shopping melonjak selama periode lockdown. Di Indonesia sendiri, rata-rata terdapat enam pembelanjaan per pengguna aplikasi shopping pada bulan April 2020.

Baca juga: Tren Positif E-Commerce Menjadi Sinyal Pemulihan Ekonomi

“Kami memperkirakan angka ini akan terus meningkat dengan periode 11.11 pada bulan November mendatang dan musim liburan pada bulan Desember dan Januari,” ungkap Managing Director dan President AppsFlyer APAC Ronen Mense.

Selama paruh pertama tahun ini dan di tengah periode lockdown karena pandemi Covid-19 yang melanda, kawasan Asia Pasifik mengalami pertumbuhan interaksi online dimana para marketer melihat adanya peningkatan dalam aktivitas retargeting dan user acquisition.


Di Indonesia sendiri, para pengguna Android mengalami lonjakan angka konversi retargeting sebesar 2,3 kali antara bulan Januari 2019 (3,5 persen) hingga Juni 2020 (7,9 persen) dan konversi retargeting sebesar 50 persen antara Januari dan Februari 2020. Puncak lonjakan konversi retargeting terjadi pada bulan Mei (8,1 persen) – Juni (7,9 persen) yang melampaui periode Q4 sebesar 36 persen.

Indonesia mengalami penurunan penginstalan non-organik sebesar 40 persen antara bulan Oktober 2019 (6,2 persen) dan Januari (3,7 persen). Akan tetapi, terdapat kenaikan yang lambat menjelang bulan April (4,4 persen) namun kemudian meningkat cukup drastis 15 persen pada bulan Mei (5,7 persen).

Baca juga: Fakta Menarik Perilaku Konsumen Selama Periode Work From Home

Pandemi Covid-19 secara keseluruhan telah mendorong pertumbuhan aplikasi di Asia Pasifik yang terlihat dari naiknya minat di aplikasi shopping, dimana biasanya digunakan para pelanggan untuk membeli produk atau sekedar ‘window shop’. Sebelum pandemi terjadi, di Asia Pasifik terdapat pertumbuhan sebesar 28 persen di angka sesi in-app, antara bulan Juli 2019 (5 persen) dan Desember 2019 (6,4 persen).

Sama halnya dengan Indonesia yang mengalami lonjakan sesi user sebesar 70 persen selama periode wacana pemberlakuan PSBB pada bulan Februari 2020 (5,2 persen) hingga Ramadan pada Mei 2020 (9,1 persen) yang membuat lebih banyak orang berbelanja untuk keluarga mereka. Angka ini berkurang ke 8,1 persen pada Juni 2020 ketika Indonesia memasuki periode PSBB transisi.

Antara bulan Juli 2019 hingga November 2019, laporan ini juga menunjukan naiknya penginstalan aplikasi e-commerce sebesar 17 persen selama musim liburan di Asia Pasifik, dengan penginstalan aplikasi shopping umum lebih diminati dibandingkan dengan aplikasi marketplace.


Selama periode 11.11 pada bulan November 2019, Indonesia mengalami rata-rata pembelian per user di aplikasi shopping tumbuh sebesar 40 persen antara bulan September (4,10) dan November 2019 (5,77). Pertumbuhan lanjutan diharapkan terjadi selama festival belanja online 11.11 pada November 2020, ketika pada periode yang sama tahun lalu aplikasi e-commerce dan shopping juga mencapai puncak permintaan tertinggi.

Temuan Tambahan dari Laporan AppsFlyer juga menemukan fakta lain di Indonesia. Fakta tersebut antara lain di Indonesia, ada pertumbuhan 40 persen dalam pembelian rata-rata antara bulan September (sekitar 4 persen) dan November 2019 (5,77 persen), dengan periode 11.11 menjadi hari penting untuk belanja di wilayah ini.

Baca juga: Kelas Menengah Membentuk Tren Belanja Online di Indonesia

Pembelian rata-rata mengalami penurunan antara bulan Desember dan Maret 2020 namun terdapat pertumbuhan sebesar 5,7 persen pada April 2020 saat puncak pandemi terjadi. Marketer menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan ad spend selama pandemi agar semakin dapat menjangkau user mereka. Di Indonesia terdapat peningkatan ad spend sebesar 76 persen di tahun 2020 antara bulan Januari (4,6 persen) dan Juni (8,1 persen).

Di luar musim liburan, aplikasi marketplace capai kepopuleran sepanjang tahun, khususnya selama pandemi dengan peningkatan penginstalan aplikasi marketplace sebesar 40 persen di seluruh wilayah antara bulan Mei dan Juli 2019, dan 43 persen lainnya antara bulan November 2019 dan Maret 2020. Ketika lockdown dilonggarkan di wilayah Asia Pasifik, terdapat peningkatan penginstalan aplikasi e-commerce sebesar 36 persen antara bulan April 2020 dan Juli 2020.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 18, 2020, 10:22 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.