Aman Berinvestasi Surat Berharga Syariah di Masa Pandemi

Aman Berinvestasi Surat Berharga Syariah di Masa Pandemi

Investasi bisa dilakukan kapan saja. Di masa pandemi seperti sekarang ini, investasi pun justru perlu dilakukan agar kondisi keuangan bisa terjaga bisa di masa depan. Memang tidak ada kata terlambat untuk berinvestasi jika dilakukan saat ini. Namun, sebaiknya investasi dilakukan sejak usia muda.

Hal itu disampaikan Financial Trainer Founder & CEO OM Financial Ligwina Hananto dalam acara talkshow webinar bertajuk Investasi yang Baik di Tengah Pandemi (15/9/2020). “Perencanaan investasi dan pengaturan keuangan yang dimulai sejak muda penting agar mempunyai pegangan finansial saat dibutuhkan ke depannya,” katanya.

Menurutnya, investasi dapat dilakukan apabila kewajiban seperti utang, cicilan, dan uang kebutuhan rutin harian sudah dilakukan dengan baik. Rasio investasi yang sehat adalah 10-30 persen dari penghasilan per bulan.

Baca juga: Apa itu Investasi Syariah?

Setiap orang yang ingin berinvestasi harus mengetahui risikonya. Investasi yang berisiko rendah di antaranya adalah produk perbankan karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) seperti tabungan dan deposito serta produk investasi yang diterbitkan oleh negara salah satunya surat berharga.

Analis Senior Pengelolaan Transaksi SBSN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Ricky Gigih Prayoga mengajak investor muda terutama dari generasi milenial untuk berinvestasi melalui instrumen surat berharga negara (SBN).


Salah satu produk investasi untuk investor ritel yang terbaru dikeluarkan pemerintah adalah Sukuk Negara Ritel seri SR013. “SR013 merupakan instrumen investasi berbasis syariah yang mudah dibeli melalui online, aman karena diterbitkan pemerintah dan dijamin Undang-Undang, serta terjangkau,” kata Gigih.

Sukuk Ritel mempunyai dengan tingkat imbal hasil 6,05 persen per tahun dibayar per bulan dengan pajak 15 persen dari imbalan. Dengan membeli Sukuk Ritel, menurut Ricky masyarakat turut berkontribusi terhadap pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia.

Baca juga: Bagaimana Simulasi Investasi Sukuk Ritel SR013?

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi mengatakan saat ini, BNI Syariah ditunjuk sebagai mitra distribusi baru penjualan surat berharga syariah negara ritel atau Sukuk Ritel SR-013. Dalam penjualan perdana SR013, BNI Syariah menargetkan penjualan sebesar Rp75 miliar.

“Jumlah nasabah yang tertarik terhadap instrumen investasi Sukuk Ritel SR-013 ini cukup banyak yaitu 297 nasabah per 14 September 2020 dengan nilai Rp41 miliar,” kata Iwan.  Dengan masuknya BNI Syariah sebagai mitra distribusi baru ini bisa mendiversifikasi kebutuhan produk perbankan khususnya investasi nasabah.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 16, 2020, 9 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.