Strategi Investasi Allianz Indonesia di Masa Pandemi

Strategi Investasi Allianz Indonesia di Masa Pandemi

Saat ini kondisi pasar global dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya yang saat ini berpengaruh paling besar adalah pandemi Covid-19. Adanya lockdown di sejumlah negara sejak pandemi ini melanda sangat mempengaruhi aktivitas manufaktur secara global. Namun, Seiring dengan pelonggaran lockdown, perekonomian global berangsur membaik di bulan Juli 2020.

IMF dan World Bank bahkan memprediksi adanya perbaikan pertumbuhan global di tahun 2021. Awal tren yang lebih konstruktif ditandai dengan peningkatan kembali aktifitas tenaga kerja global sehingga pendapatan masyarakat dan konsumsi global meningkat dan roda perekonomian berputar lagi.

Baca juga: Hari Pelanggan Nasional 2020, Allianz Indonesia Gelar Program Eazy di Rumah Aja

Sementara di pasar domestik, Jakarta Composite Index (JCI) jika dibandingkan dari awal tahun hingga akhir Agustus sebesar minus 16 persen, namun sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Pasar obligasi sudah rally terlebih dahulu, sebagai imbas dari kebijakan pemerintah dan penerbitan obligasi global untuk menarik investor asing kembali masuk ke Indonesia.

Rupiah masih terdepresiasi sejak awal tahun, namun dalam beberapa bulan terakhir inflasi masih terjaga dan cadangan devisa meningkat, sehingga Bank Indonesia dapat melakukan intervensi jika dibutuhkan. USD juga diperkirakan akan bertahan di bawah Rp15.000 sampai akhir tahun

Baca juga: PSBB Jakarta Diperketat, Apa Dampaknya Terhadap Perekonomian?

Data ekonomi Indonesia menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal kedua 2020 turun menjadi minus 5,32 persen, namun sudah menunjukkan perbaikan kembali di kuartal ketiga 2020. Indeks Keyakinan Konsumen juga meningkat menjadi 86,2 dari 83,8 di bulan Juni 2020. Suku Bunga Bank Indonesia sudah mengalami pemotongan menjadi 4 persen, serta diharapkan akan memberikan perbaikan untuk pasar obligasi.

Sementara Omnibus Law bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan mendukung masyarakat pendapatan menengah ke bawah. Proses Omnibus Law ini diharapkan dapat diterapkan pada Q4/2020 dan menarik lebih banyak lagi investor asing untuk menanamkan dana di Indonesia, sehingga dapat membantu pemulihan ekonomi negara.


Faktor yang harus diwaspadai di tahun 2021 secara global salah satunya adalah dampak gelombang kedua Covid-19 terhadap ekonomi, pergerakan harga minyak dunia yang disebabkan meningkatnya tensi geo-politik, meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan China, dan volatilitas pasar sebagai dampak dari tahun politik Amerika Serikat.

Kemudian, untuk Indonesia sendiri antara lain pertumbuhan ekonomi domestik yang rendah sebagai dampak dari pandemi virus Covid-19, defisit fiskal yang lebih tinggi di tahun 2021 dan 2022, stabilitas mata uang Rupiah dan kelancaran pemerintah dalam menangani virus Covid-19.

Baca juga: Tiga Strategi Allianz Menghadapi Krisis Saat Pandemi

Strategi dan Tips Investasi

Strategi Allianz Indonesia dari segi investasi saham adalah beralih ke sikap yang lebih konstruktif jika dibandingkan dengan semester pertama, namun akan tetap berhati-hati dengan mengacu kepada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah seperti PSBB total kembali untuk kota Jakarta, serta tetap melihat peluang akan adanya perbaikan secara bertahap.

Sedangkan untuk obligasi, Allianz Indonesia optimis masalah pendanaan negara tahun ini sudah cukup setelah BI dan Kemenkeu mengumumkan skema pembagian beban dan inflasi dapat dikendalikan. “Kami mempertahankan pandangan positif pada instrumen pendapatan tetap, setidaknya hingga kuartal pertama 2021 dan akan meninjau ulang sesuai dengan kondisi ekonomi dan pasar,” kata Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti.

Baca juga: Jakarta PSBB, Ada 11 Sektor Bisnis yang Dibolehkan Tetap Beroperasi

Lebih lanjut, untuk melakukan investasi secara tepat, seorang investor harus memahami profil risikonya, memiliki target jangka panjang dan memilih portfolio yang terdiversifikasi. Selalu kaji ulang portofolio asset yang dimiliki, pilih instrument investasi berdasarkan profil risiko dan tujuan investasi, dan lakukanlah investasi secara berkala.

“Tidak ada satupun instrumen investasi yang dapat memberikan imbal hasil tertinggi setiap tahunnya. Portofolio yang terdiversifikasi dengan baik, akan menambah nilai asset dan memberikan ketenangan pikiran,” tambah Ni Made Daryanti.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 14, 2020, 10:40 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.