Jakarta PSBB, Ada 11 Sektor Bisnis yang Dibolehkan Tetap Beroperasi

Jakarta PSBB, Ada 11 Sektor Bisnis yang Dibolehkan Tetap Beroperasi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai langkah kebijakan rem darurat (emergency brake policy) untuk menekan penularan pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Gubernur Anies Baswedan dalam konferensi pers kebijakan pemprov DKI Jakarta terkait penanganan Covid-19.

Dalam keterangan pers tersebut, Anies menegaskan Jakarta secara resmi mengembalikan PSBB seperti pada masa sebelum transisi dan meminta seluruh kegiatan untuk kembali dilakukan dari rumah. PSBB ini berlaku untuk dua minggu ke depan mulai tanggal 14 September 2020.

Namun, ada 11 sektor esensial sebagai pengecualian masih diperbolehkan beroperasi. “Bukan kegiatan usahanya yang berhenti, tetapi kegiatan perkantorannya yang ditiadakan,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta seperti dikutip dari akun Twitter @DKIJakarta.

Baca juga: Jakarta PSBB Ketat, Ada Peluang Bisnis Baru dalam Pameran Virtual

Ke-11 bidang esensial yang diperbolehkan beroperasi sebagian besar terkait dengan pelayanan publik. Pengoperasian layanan itu dengan catatan operasionalnya dengan kapasitas minimal. Ke-11 bidang esensial itu meliputi:

1. Kesehatan.

2. Usaha bahan pangan makanan dan minuman.

3. Energi.

4. Komunikasi dan teknologi informasi.

5. Keuangan.

6. Logistik.

7. Perhotelan.

8. Konstruksi.

9. Industri strategis.

10. Pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu.

11. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari.


Pemprov DKI Jakarta juga mengatur aktivitas pergerakan selama masa PSBB diberlakukan. Anies menegaskan bahwa seluruh izin pengecualian operasi bidang non-esensial harus mengajukan kembali kepada Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Menemukan Peluang di Tengah Pemulihan Ekonomi

Pemprov DKI Jakarta juga akan mengatur ruang aktivitas publik baik yang bersifat bisnis maupun pariwisata yang ada di Jakarta. Ada enam poin kegiatan bisnis dan publik yang diatur aktivitasnya  yang antara lain:

1. Kegiatan perkantoran di Jakarta harus tutup dan bekerja dari rumah (work from home). Ada 11 bidang usaha yang boleh berjalan dan tidak boleh beroperasi penuh seperti biasa. Jumlah karyawan dibatasi.

2. Seluruh tempat hiburan harus tutup, termasuk Ancol, Ragunan, Monas, dan taman-taman kota.

3. Kegiatan belajar tetap berlangsung dari rumah.

4. Usaha makanan diperbolehkan, tapi tidak boleh makan di tempat. Hanya untuk dibawa pulang atau diantar.

5. Tempat ibadah terbatas hanya bagi warga setempat dengan menerapkan protokol yang sangat ketat.

6. Transportasi publik dibatasi dengan ketat jumlah dan jam operasionalnya. Ganjil-Genap untuk sementara ditiadakan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 10, 2020, 3:28 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.