Adaptasi Digital Semakin Cepat di Tengah Pandemi Covid-19

Adaptasi Digital Semakin Cepat di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari enam bulan ini membuat banyak perubahan kebiasaan dan perilaku masyarakat. Keterbatasan ruang aktivitas menjadi pendorong utama adaptasi kebiasaan baru itu di berbagai lini kehidupan. Salah satu adaptasi yang cepat diadopsi adalah mulai melibatkan teknologi dalam aktivitas harian, seperti menggunakan layanan konferensi video untuk bekerja atau belajar dari rumah.

Berdasarkan analisa yang Aino Indonesia lakukan terhadap pola pembayaran yang dilakukan masyarakat melalui media pembayarannya, konsumen saat ini lebih memilih untuk melakukan pembayaran non-tunai yang mana penggunaan pembayaran digital sejumlah 56 persen di Indonesia.

Baca juga: Survei Visa: Pembayaran Non-Tunai Meningkat di Era New Normal

Sementara berdasarkan prediksi Boston Consultant Group, pembayaran digital akan semakin diminati masyarakat dari 47 persen (2020) hingga 84 persen (2025) di Asia Tenggara. Meningkatnya pembayaran di tengah pandemi karena tidak ada sentuhan fisik dengan uang tunai, pembayaran juga dirasa lebih cepat hanya menggunakan perangkat telepon pintar dan laptop yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.

Meningkatnya pembayaran digital ini juga seiring dengan semakin meroketnya minat belanja online oleh masyarakat. Berdasarkan data dari MarkPlus.inc tercatat peningkatan belanja online dari 4,7 persen sebelum pandemi menjadi 28,9 persen di masa pandemi. Data Redseer menambahkan terdapat 51 persen masyarakat yang baru pertama kali berbelanja online di masa pandemi ini.

Baca juga: Apa Saja Perubahan Perilaku di Era New Normal?

CEO Aino Indonesia Hastono Bayu mengatakan, Pandemi mengubah banyak kebiasaan masyarakat, sehingga mengubah preferensi masyarakat terhadap sesuatu. Percepatan adopsi digital ini mengubah lanskap bisnis, sehingga menuntut banyak pelaku usaha untuk secepatnya beradaptasi memenuhi preferensi konsumen yang berevolusi.


Setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibuka oleh pemerintah dan digiatkannya kembali roda ekonomi, masyarakat menyambut baik inisiatif tersebut. Hal ini terlihat dari semakin besarnya keinginan masyarakat untuk kembali berwisata setelah jenuh beberapa bulan hanya beraktivitas di rumah.

Tren berwisata juga mengalami perubahan, kini 56 persen masyarakat lebih nyaman untuk berwisata di dalam kota, 41 persen memilih tempat wisata alternatif yang tidak terlalu ramai untuk menghindari berkerumun dan untuk menjaga penerapan physical distancing yang dianjurkan pemerintah.

Baca juga: Di Era New Normal, Tren Pembayaran Digital Meningkat

Hal ini sejalan dengan inisiatif pemerintah untuk lebih menggalakkan wisata kota atau urban tourism dalam satu tahun ke depan. Preferensi masyar akat dalam berwisata pun sekarang berubah, menurut survei yang Google lakukan kini masyarakat lebih menitikberatkan pada aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan sebagai faktor utama yang membuat mereka tergerak untuk berwisata.

“Aino Indonesia menginisiasi program Aino Urban Tourism Solution, yaitu program menggiatkan pariwisata yang terpadu di dalam kota dengan bantuan teknologi dari hulu ke hilir dengan menyediakan pengalaman berwisata yang baru bagi masyarakat dengan sistem pembayaran yang nirsentuh dengan memanfaatkan berbagai teknologi pembayaran terbaru yang semakin mengarah pada penggunaan alat yang lebih sedikit (less device) sehingga lebih efisien dan praktis,” jelas Bayu

Baca juga: Ini Kunci Era New Normal di Industri Keuangan

Aino Indonesia yakin dengan layanan pembayaran nirsentuh dan tanpa uang tunai serta penggunaan alat yang lebih sedikit dalam melakukan pembayaran dan transaksi, masyarakat akan lebih nyaman dalam beraktivitas sehari-hari maupun berwisata sehingga roda perekonomian semakin menggeliat di tengah pandemi ini.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 9, 2020, 12:52 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.