Sukuk Ritel SR013 Menawarkan Imbal Hasil 6,05 Persen

Sukuk Ritel SR013 Menawarkan Imbal Hasil 6,05 Persen

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menawarkan Sukuk Negara Ritel seri SR013 mulai 28 Agustus 2020 hingga 23 September 2020. Kupon yang ditawarkan adalah 6,05 persen per tahun dengan pajak 15 persen. SR bersifat bisa diperjualbelikan dengan tenor tiga tahun. Minimal pembelian adalah Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Tidak berbeda dengan seri sukuk ritel lainnya, SR013 ini memiliki karakteristik hanya diperdagangkan untuk Individu Warga Negara Indonesia (WNI), pengelolaan Investasi dengan prinsip syariah, pemesanan mulai dari Rp1 juta, tenor 3 tahun, imbalan tetap dibayarkan setiap bulan, dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik.

Baca juga: Sukuk Ritel SR013 Menawarkan Imbal Hasil 6,05 Persen

Apa saja keuntungan berinvestasi di Sukuk Negara Ritel seri SR013? Dalam SR013, dana pokok dan imbalan investasi dijamin oleh negara, tingkat imbalan kompetitif, lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN, dan tingkat imbalan tetap.

Selain itu, imbalan dibayar tiap bulan, dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik, cukup dengan Rp1 juta Anda sudah bisa berinvestasi di sukuk ritel, mendukung pembiayaan pembangunan nasional, dan akses investasi sesuai prinsip syariah.


Sukuk negara ritel atau sukuk ritel adalah produk investasi syariah yang ditawarkan oleh pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai instrumen investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan.

Melalui investasi sukuk ritel, pemerintah menawarkan kesempatan secara langsung kepada Warga Negara Indonesia untuk mendukung pembangunan nasional. Hasil investasi sukuk ritel akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang menjadi investasi untuk merekat jalinan kebangsaan menuju bangsa yang mandiri.

Baca juga: Bagaimana Simulasi Investasi Sukuk Ritel SR013?

Sukuk Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi) gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Penerbitan sukuk ritel menggunakan struktur akad Ijarah asset to be leased. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat barang milik negara untuk disewakan kepada pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada pemerintah. Imbalan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 29, 2020, 10:41 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.