Pentingnya Uang Elektronik Syariah dalam Keuangan Syariah

Pentingnya Uang Elektronik Syariah dalam Keuangan Syariah

Optimisme mengenai pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia memang tinggi. Indonesia yang merupakan konsumen besar produk halal dan pasar untuk produk-produk halal berpotensi menjadi sentra ekonomi syariah global. Potensi dampak ekonomi industri halal terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional bahkan diperkirakan menyentuh angka USD3,6 miliar.

Pengembangan literasi gaya hidup halal bahkan memiliki beragam potensi positif lain seperti mendorong peningkatan permintaan domestik atas produk barang dan jasa halal, memotivasi ekspansi produksi barang dan jasa halal dan mendorong peningkatan kinerja, dan meningkatkan permintaan akan tenaga kerja atau sumber daya manusia ekonomi syariah.

Terwujudnya Indonesia sebagai sentra ekonomi syariah global tentu saja mengalami kendala. Rendahnya literasi keuangan syariah dan minimnya ketersediaan layanan produk keuangan syariah di tengah masyarakat merupakan tantangan utama yang harus dihadapi pelaku industri syariah di Indonesia.

Baca juga: Layanan Syariah LinkAja Perkuat Ekosistem Digital Syariah Indonesia

Hasil survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Survei Nasional Literasi Keuangan melaporkan bahwa pada tahun 2019, literasi keuangan konvensional mencapai 37,72 persen, sedangkan literasi keuangan syariah hanya berada di angka 8,93 persen.

Untuk itu, guna mempercepat pertumbuhan perekonomian syariah, Pemerintah melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 sebagai langkah mempercepat pertumbuhan aset keuangan syariah di Indonesia, salah satunya melalui penguatan ekonomi digital.


Direktur Eksekutif Manajemen Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo mengatakan, dengan terciptanya ekosistem ekonomi syariah digital melalui teknologi finansial, lembaga keuangan syariah, perdagangan digital, hingga keuangan sosial Islam diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dapat terwujud.

“Melalui kolaborasi ini diharapkan akan tercipta sinergi yang mampu meningkatkan daya saing keuangan syariah yang menjadikan Indonesia berpeluang menjadi trend setter uang elektronik syariah dalam skala global,” katanya.

Layanan Syariah LinkAja sebagai uang elektronik berbasis syariah pertama di Indonesia hadir tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat, namun juga diharapkan menjadi akselerator ekonomi syariah di Indonesia.

Baca juga: Setahun Hadir, LinkAja Sudah Punya 120 Fitur dan 50 Juta Pengguna

Dalam implementasinya, Layanan Syariah LinkAja mengedepankan beberapa prinsip dasar, yaitu penempatan dana bekerja sama dengan sejumlah bank syariah, mengaplikasikan tata cara transaksi yang sesuai dengan kaidah syariah, serta dapat diterima di seluruh merchant LinkAja.

Di samping itu, Layanan Syariah LinkAja juga menghadirkan beragam produk yang sesuai dengan akad syariah dengan tidak ada unsur maisyir (judi), gharar (ketidakjelasan), riba (tambahan), zalim, dan barang tidak halal.

“Menyadari besarnya potensi Indonesia menjadi sentra ekonomi syariah global, kami berkomitmen untuk terus membangun dan mengembangkan ekosistem syariah di Indonesia dengan memberikan edukasi berkelanjutan mengenai ekonomi dan keuangan syariah,” ucap Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 26, 2020, 6:21 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.