Tips Agar Anak Muda Mampu Merdeka Finansial

Tips Agar Anak Muda Mampu Merdeka Finansial

Apa yang terpikir oleh Anda jika ditanya soal kemerdekaan finansial? Bisa jadi Anda hanya akan tersenyum tipis jika mendengar pertanyaan ini. Memang, sebagian besar dari anak muda masih menganggap bahwa kemerdekaan finansial itu baru bisa dicapai saat usia sudah mendekati masa pensiun.

Jika itu jawaban yang ada dipikiran Anda, bisa saja Anda termasuk anak muda yang belum memahami apa itu kemerdekaan finansial. Untuk mencapai kemerdekaan finansial tidak ada kaitannya dengan usia. Anak muda seperti Anda pun bisa merdeka secara finansial.

Baca juga: Jangan Samakan Menabung dan Investasi, Kenali Perbedaannya

Bagaimana caranya? Apa yang harus dilakukan untuk mencapai kemerdekaan finansial? Berikut ini, duitologi.com merangkum tips agar anak muda bisa mencapai kemerdekaan finansial.

1. Mengubah Pola Pikir (Mindset)

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah pola pikir atau mindset bahwa kemerdekaan finansial itu baru bisa dicapai saat akan pensiun. Ingat, esensi utama dari kemerdekaan finansial adalah terpenuhinya kebutuhan sehari-hari tanpa mengorbakan kebutuhan masa depan. Jadi, untuk mencapai kemerdekaan finansial bisa dimulai ketika muda.

Artinya, Anda tidak perlu khawatir dalam membiayai kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu menjadi sangat penting untuk melihat kembali apa saja yang selama ini Anda anggap sebagai kebutuhan sehari-hari. Maka akan penting pula untuk Anda mampu mengelola keuangan pribadi atau keluarga secara sehat.


2. Susun Anggaran Keuangan

Menyusun rencana anggaran keuangan menjadi kunci agar pola keuangan yang sehat. Mulailah membiasakan diri menyusun rencana anggaran rutin. Hal ini membuat, Anda bisa lebih mengoptimalkan setiap pendapatan dengan lebih terarah.

Caranya dengan menyusun poin-poin apa saja yang menjadi pemasukan dan pengeluaran Anda. Pada kolom pemasukan, Anda bisa mencantumkan sumber-sumber pendapatan. Begitu juga dengan kolom pengeluaran dengan mencantumkan pengeluaran apa saja yang terjadi di bulan depan.

3. Menyiapkan Dana Darurat

Dana darurat merupakan sejumlah dana yang disediakan dalam keuangan, di mana dana ini secara khusus digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi tidak terduga dalam kehidupan. Artinya, dana ini hanya akan Anda gunakan saat menghadapi hal-hal darurat yang tidak bisa diatasi dengan keuangan secara normal (sesuai anggaran tetap).

Baca juga: Dana Darurat, Penyelamat Saat Mendesak

Berapa dana darurat yang harus disiapkan? Secara garis besar, jumlah dana darurat dibagi berdasarkan status seseorang, apakah lajang, menikah, menikah dengan satu anak, dan menikah dengan dua anak atau lebih. Bila Anda masih lajang, disarankan untuk menyiapkan dana darurat sebanyak empat kali pengeluaran bulanan.

Bila sudah menikah, dana darurat lebih besar menjadi enam kali pengeluaran bulanan. Kemudian, untuk yang sudah menikah dengan satu anak, dana daruratnya menjadi sembilan kali pengeluaran bulanan. Jumlah dana darurat yang perlu disiapkan akan semakin besar bagi Anda yang sudah menikah dengan dua anak atau lebih, yaitu 12 kali pengeluaran bulanan.


4. Memiliki Investasi

Kemerdekaan finansial bukan saja masalah memenuhi kebutuhan hidup saat ini melainkan juga kebutuhan hidup di masa depan. Opsi yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa depan, yaitu investasi. Anda bisa melakukan investasi jangka panjang seperti investasi aset saham atau investasi aset di pasar uang, obligasi, reksa dana, emas, dan properti.

Namun untuk memulai investasi jangka panjang itu, Anda harus memahami risiko dari instrumen investasi yang diambil. Ingat, dalam investasi ada prinsip high risk, high return, potensi keuntungan tinggi diikuti dengan risiko yang tinggi.

5. Mulai Menabung

Harus diakui, anak muda sekarang ini punya gaya hidup yang tinggi. Bahkan ada istilah untuk menggambarkan itu semua, salah satunya adalah latte factor. Generasi muda saat ini dikatakan memiliki kesulitan untuk menabung. Padahal, menabung adalah aspek yang penting bagi kemerdekaan finansial seseorang, terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan darurat.

Baca juga: Mengapa Menabung itu Penting? Ini 6 Alasannya

Anda mungkin sebenarnya menyadari betapa pentingnya menabung, tetapi cukup sulit untuk memulainya. Harus dipahami, menabung bukanlah sekadar untuk kebutuhan masa depan namun juga penting untuk kebutuhan mendadak yang tak terduga seperti kecelakaan atau risiko kesehatan.

6 Membeli Produk Asuransi

Risiko kesehatan datang kapan saja dan bisa menghasilkan biaya yang cukup besar. Apabila suatu saat hal tersebut terjadi pada Anda, jangan sampai biaya yang Anda bayarkan merusak cita-cita kemerdekaan finansial Anda. Karena itu, belilah produk asuransi kesehatan terpercaya. Dengan begitu, risiko kesehatan tidak akan merusak kondisi finansial dan cita-cita mencapai kemerdekaan finansial di usia muda tetap bisa Anda capai.

7. Membatasi Utang Konsumtif

Utang konsumtif adalah segala jenis pinjaman yang tidak memiliki nilai tambah dan biasanya digunakan untuk konsumsi. Jadi, Anda harus membatasi utang konsumtif. Cara mudahnya, Anda bisa membiasakan diri untuk membayar lunas seluruh tagihan kartu kredit jadi bisa bebas dari beban bunga.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 17, 2020, 3:36 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.