Merdeka Finansial atau Bebas Finansial, Apa Bedanya?

Merdeka Finansial atau Bebas Finansial, Apa Bedanya?

Hari ini, kita merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sudah menjadi tradisi, setiap tanggal 17 Agustus dirayakan dengan Pengibaran Sang Saka Merah Putih di Istana Negara dan menggelar berbagai perlombaan di lingkungan masyarakat untuk memeriahkan HUT RI ini.

Kemerdekaan saat ini bukan hanya diartikan sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi salah satunya juga bisa dimaknai dengan kemerdekaan finansial. Lantas, seperti apakah seseorang yang merdeka finansial atau bebas finansial?

Baca juga: Jangan Hanya Tubuh Sehat, Kondisi Finansial juga Harus Sehat

Merdeka finansial dan bebas finansial punya arti yang sedikit berbeda. Financial Planner Prita Hapsari Ghozie dalam akun Instagram-nya menjelaskan, merdeka finansial adalah kondisi dimana kita mulai melepaskan ketergantungan satu per satu terhadap suatu kebutuhan hidup dan merupakan langkah sebelum mencapai bebas finansial.

Sedangkan, bebas finansial adalah kondisi dimana kita sudah bebas dari segala macam utang, punya berbagai sumber penghasilan untuk menutup berbagai kehidupan dan keinginan hidup. “Intinya you can do whatever you want until you die,” tulis CEO ZAP Finance ini.


Kebebasan keuangan juga pernah dituliskan oleh pakar keuangan asal Amerika Robert T. Kiyosaki. Kebebasan keuangan (financial freedom) bukan dlihat dari kekayaan dan harta yang berlimpah. Kebebasan finansial adalah kondisi bebas atau benar-benar bebas menjadi diri sendiri dan benar-benar bebas menjalankan hal-hal yang disukai.

Namun penulis buku Rich Dad, Poor Dad ini mengingatkan, kebebasan keuangan hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang mau belajar dan bekerja untuk mencapai kebebasan keuangan karena ini adalah suatu level kehidupan, dimana seseorang dapat menjalani kehidupan tanpa perlu berpikir dari mana datangnya uang untuk menutup pengeluaran.

Baca juga: Lakukan Prinsip ini dalam Mengelola Gaji Bulanan

Jadi, kebebasan finansial itu tidak selalu diartikan dengan memiliki pendapatan besar hingga tabungan atau deposito. Kebebasan keuangan itu sejatinya memiliki sumber penghasilan pasif yang terus menerus. Perlu diingat bahwa sumber penghasilan itu bukan dari tabungan, tetapi dari penghasilan pasif yang datang terus menerus dan mengalir ke rekening.

Semua itu bisa diusahakan dan bisa dicapai lebih cepat bila mampu membangun aset lebih cepat sehingga uanglah yang bekerja untuk kita. Salah satu cara membangun aset dengan cara cepat sekaligus efektif melawan laju inflasi adalah dengan memulai investasi sedini mungkin.

Nah, tentu semua orang ingin mencapai kebebasan finansial, namun untuk mencapai kondisi itu, kita harus berupaya untuk sampai lebih dulu dalam kemerdekaan finansial. Semua itu bisa dicapai asalkan kita disiplin dalam menerapkan pengelolaan dan pengembangan keuangan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 17, 2020, 3:22 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.