Kemerdekaan Finansial itu Diperjuangkan, Bukan Dibayangkan

Kemerdekaan Finansial itu Diperjuangkan, Bukan Dibayangkan

Hidup sehat bukan hanya terletak pada tubuh saja, tetapi juga pada keuangan. Setiap tahun, tuntutan hidup semakin tinggi, apalagi jika Anda menginginkan masa depan yang medeka secara finansial. Kemerdekaan finansial semakin sering didengar untuk menjabarkan kondisi keuangan yang mandiri dan sehat.

Kemerdekaan atau kebebasan finansial menjadi impian banyak orang. Namun, untuk bisa mencapai kondisi tersebut tidak bisa didapat secara instan dan harus melalui tahapan-tahapan yang membutuhkan keterampilan dalam mengatur keuangan.

Baca juga: 4 Rasa Takut yang Harus Dihilangkan dalam Finansial

“Keterampilan ini juga sebut sebagai soft skill dimana ada unsur self persistant kemampuan seseorang mengejar sesuatu secara terus menerus, kemudian mengatur self control dimana pendapatan lebih besar daripada pengeluaran,” kata Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma dalam webinar IAM Merapat, (14/8/2020).

Keterampilan itulah yang membuat tahapan untuk berhasil mencapai kemerdekaan finansial. Pasalnya, keberhasilan seseorang itu bukan hanya dari sisi akademik saja tetapi juga soft skill. “Ini juga menjadi bagian kemampuan finansial dan ini bisa dipelajari dari orang-orang yang telah mencapai kebebasan finansial,” tambah Arief.

Baca juga: Mengapa Penting Punya Pola Keuangan yang Sehat?

Penulis buku Yuk Nabung Saham Nicky Hogan dalam bincang-bincang yang dipandu oleh Bowo W. Suhardjo menjelaskan, setiap orang bisa mencapai kemerdekaan finansial. Namun membutuhkan kemauan dan kenyakinan untuk melakukannya.


“Saya mendefiniskan kalau kemerdekaan finansial itu adalah kita bisa menikmati kemerdekaan finansial kalau kita sudah mengalami ketakutan. Apa yang bisa dilakukan? Kita bisa mempertahankan nilai dana atau uang dengan level kenaikan harga dan inflasi dari tahun ke tahun minimal sama dengan inflasi,” jelasnya.

Bahwa dalam kenyataan dalam menjalankan kemerdekaan finansial itu ternyata ada nilai lebih, maka itu adalah bonus. Dalam konteks investasi, maka kemerdekaan finansial bisa dilakukan dengan cara berinvestasi, salah satunya investasi saham.

Baca juga: Ingin Investasi Saham, Kenali Dulu Keuntungan dan Risikonya

Kenapa saham? Nicky mengatakan, saham menjadi salah satu alternatif investasi yang baik untuk melipatgandakan aset yang Anda dimiliki. Dalam 10 tahun terakhir, pergerakan saham terbilang cukup baik untuk mengembangkan keuangan. Apalagi saat ini, investasi saham sudah sangat mudah mudah dan bisa dibeli dengan dana yang lebih terjangkau.

Namun yang perlu dipahami dalam investasi saham, Anda harus melakukan diversifikasi. “Diversifikasi itu perlu dilakukan, disarankan di beberapa industri atau sektor. Kalau sektor keuangan sedang turun, ada sektor properti sedang naik. Mengenai berapa dana yang harus disiapkan banyak tergantung tergantung pada ketersediaan dananya,” kata mantan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini.

Baca juga: 5 Investasi yang Cocok untuk Anak Muda

Kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi saham? Menurut Nicky, waktu yang tepat untuk berinvestasi saham adalah saat Anda memiliki dana atau uang. “Tidak ada batas waktu dalam berinvestasi. Jika mengikuti kata Warren Buffett, maka waktu untuk berinvestasi itu selama-lamanya,” tambah CEO BeritaSatu Media Holdings ini.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 15, 2020, 9:36 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.