BNI Syariah Percepat Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Melalui Jalur Litigasi

BNI Syariah Percepat Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah Melalui Jalur Litigasi

BNI Syariah mengoptimalkan penyelesaian pembiayaan bermasalah melalui jalur litigasi dengan menggandeng Pengadilan Agama dalam pelaksanaan proses sita eksekusi dan gugatan sederhana. Terkait hal tersebut, BNI Syariah menggelar webinar peran Pengadilan Agama dalam penyelesaian pembiayaan bermasalah di bank syariah yang dihadiri oleh lebih dari 300 peserta.

Webinar ini menghadirkan pembicara utama yaitu Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia Amran Suadi dan Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto. “Kerja sama antara BNI Syariah dengan Pengadilan Agama di seluruh Indonesia dapat berjalan lebih baik sehingga berdampak pada kontribusi recovery melalui gugatan sederhana atau sita eksekusi yang lebih optimal,” kata Wahyu.

Baca juga: BNI Syariah dan Pinhome Kembangkan Platform Transaksi Properti Online

Selama ini, Pengadilan Agama selaku mediator sangat membantu membantu proses recovery nasabah bermasalah di BNI Syariah. Selaku moderator, Pengadilan Agama selalu mengedepankan mediasi sebelum dilakukannya eksekusi terhadap jaminan BNI Syariah, sehingga rata-rata nasabah yang bermasalah tersebut mengambil langkah perdamaian dan berakhir dengan penyelesaian berupa penebusan atau pelunasan.

Penyelesaian pembiayaan bermasalah melalui jalur litigasi merupakan alternatif terakhir apabila proses musyawarah dengan nasabah tidak menemukan titik terang. “Dalam proses ini Pengadilan Agama berperan dalam membantu proses penyelesaian pembiayaan bermasalah tersebut,” tambah Wahyu.

Baca juga: Antisipasi Kredit Bermasalah, AFPI Hadirkan Fintech Data Center

Kelebihan dari penyelesaian pembiayaan melalui jalur litigasi adalah putusan dari Pengadilan Agama yang memiliki kekuatan hukum tertinggi dan mengikat kedua belah pihak, yaitu nasabah dan BNI Syariah, sehingga wajib dilaksanakan oleh kedua belah pihak.


Saat ini BNI Syariah telah bekerja sama dengan Pengadilan Agama, dibuktikan dengan pelaksanaan proses sita eksekusi dan gugatan sederhana yang merupakan produk hukum ekonomi syariah di Pengadilan Agama.

BNI Syariah juga menjalin kerja sama dengan Mahkamah Agung, dimana BNI Syariah berperan dalam digitalisasi Mahkamah Agung di antaranya melalui fasilitas dalam hal virtual account untuk mempermudah record keuangan Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI).

Selain itu, ada juga Layanan BNI e-Collection yang terintegrasi dengan platform BNI Virtual Account untuk keperluan penerimaan pembayaran biaya perkara dari pihak yang berperkara dalam pengajuan upaya hukum kasasi, pengiriman surat rogatori dan bantuan penyampaian dokumen peradilan dalam masalah perdata, permohonan peninjauan kembali, dan permohonan hak uji materiil kepada Mahkamah Agung.

Baca juga: Mengenal Program DP Nol Persen dari BNI Syariah

Sejak pertengahan tahun 2019 sampai saat ini, alhamdulillah realisasi penyelesaian melalui gugatan sederhana mencapai Rp890,7 juta. Angka ini merupakan kontribusi dari pengadilan agama di enam kota, yaitu Tasikmalaya, Sukabumi, Cirebon, Kediri, Malang dan Batam.

Sementara untuk sita eksekusi realisasinya mencapai Rp1,8 miliar yang berasal dari lima Pengadilan Agama dari enam kota, yaitu Semarang, Pekanbaru, Sukabumi, Bengkulu, Makassar, dan Bandung. Dengan penyelesaian pembiayaan bermasalah yang salah satunya melalui jalur litigasi, diharapkan bisa berkontribusi optimal kepada kinerja perusahaan dan pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 14, 2020, 8:39 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.