Apa Dampak Resesi Ekonomi Bagi Masyarakat Indonesia?

Apa Dampak Resesi Ekonomi Bagi Masyarakat Indonesia?

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2020 terkontraksi cukup dalam mencapai 5,3 persen. Padahal pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih masih positif 2,97 persen. Penyebab utamanya adalah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal tahun 2020.

Meskipun terkontraksi cukup dalam, namun Indonesia belum dinyatakan mengalami resesi ekonomi. Pasalnya, perrtumbuhan ekonomi yang mencapai minus baru dialami pada kuartal kedua, sedangkan kuartal pertama pertumbuhannya masih positif.

Baca juga: Akankah Indonesia Mengalami Resesi Ekonomi?

Indonesia baru akan mengalami resesi ekonomi apabila petumbuhan ekonomi terus terkontraksi (minus) lebih besar mulai kuartal ketiga dan seterusnya. Bila itu terjadi, apa dampak resesi ekonomi yang akan dirasakan masyarakat?

Resesi ekonomi akan dirasakan secara langsung dampaknya ke masyarakat. Meskipun belum masuk ke dalam resesi ekonomi, dampak pandemi pada kuartal kedua sudah sangat dirasakan di berbagai sektor bisnis. Secara perlahan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai masif terjadi.

Baca juga: Mampukah Indonesia Bertahan dari Krisis Ekonomi Akibat Pandemi?

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per Juni 2020, jumlah masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 3 juta pekerja dari berbagai kalangan. Hal tersebut merupakan salah satu dampak pandemi Covid-19 dan tentunya berpengaruh terhadap stabilitas keuangan nasional termasuk keuangan masyarakat.

Dengan banyaknya pekerja yang mengalami PHK, tentu berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran dan menurunnya daya beli masyarakat. Pengangguran dan penurunan daya beli inilah menjadi salah satu aspek yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi negatif.


Dikutip dari kompas.com (8/8/2020), Managing Director Economy and Policy Studies Anthony Budiawan mengatakan, ada tiga aspek yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi negara, yaitu belanja rumah tangga, investasi, dan ekspor.

"Tiga hal ini di luar kendali kita, ekspor itu perdagangan internasional, investasi jangan diharapkan saat ini bisa berinvestasi, terus belanja rumah tangga ini yang bisa diberikan stimulus dari pemerintah," ujar Anthony.

Baca juga: Mau Dapat Bantuan Rp600 Ribu? Pahami Dulu Cara dan Syaratnya

Belum lama ini, pemerintah memutuskan akan memberi bantuan subsidi uang tunai kepada 13,8 juta pekerja yang gajinya di bawah Rp5 juta. Bantuan itu sebsar Rp600 ribu setiap bulan akan diberikan selama empat bulan dan akan disalurkan dua kali. Tujuannya adalah untuk menjaga daya beli masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Bahkan belum lama ini, di jagad media sosial diramaikan oleh sejumlah akun di Twitter yang mengajak masyarakat untuk berbelanja agar mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah akun @tubirfess yang diunggah pada 7 Agustus 2020.

Baca juga: Apa Perbedaan Krisis Akibat Pandemi 2020 dengan Krisis 1998

“Eh kalo klen punya uang, tolong dipake buat jajan ya. Kamu jajan itu bantu banget buat pedagang kecil. Tapi dampak lebih besarnya sebenernya kamu lagi bantu supaya ekonomi negara ini muter terus. Kita kurangi dampak resesi ekonomi. Belanjalah terus ke UMKM,” tulis akun tersebut.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 12, 2020, 9:30 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.