Mau Dapat Bantuan Rp600 Ribu? Pahami Dulu Cara dan Syaratnya

Mau Dapat Bantuan Rp600 Ribu? Pahami Dulu Cara dan Syaratnya

Pemerintah memutuskan akan memberian bantuan subsidi berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu kepada karyawan untuk kategori tertentu. Karyawan yang berhak sebagai penerima bantuan adalah mereka yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bantuan subsidi itu diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan subsidi itu akan diberikan kepada sekitar 13,8 juta pegawai. Mereka akan diberi subsidi sebesar Ro600 ribu per bulan selama empat bulan. Jadi, total bantuan yang akan diterima oleh karyawan sebesar Rp2,4 juta. Untuk skema penyalurannya akan dilakukan dua kali setiap dua bulan sebesar Rp1,2 juta.

Baca juga: Akankah Indonesia Mengalami Resesi Ekonomi?

Guna menjalankan program ini, pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp33,1 triliun. Penyaluran program bantuan Rp600 ribu dari pemerintah ini akan dimulai penyalurannya pada September mendatang di bawah Kementerian Ketenagakerjaan.

Syarat Penerima Bantuan

Namun, gaji di bawah Rp5 juta bukan satu-satunya syarat utama untuk bisa mendapatkan bantuan berupa uang tunai tersebut. Masih ada beberapa syarat lain yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi penerima bantuan uang tunai itu. Berikut ini syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah:

1. Gaji di Bawah Rp5 Juta

Pemerintah akan memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp600 ribu setiap bulan selama empat bulan. Syarat utama untuk bisa mendapatkan bantuan ini adalah gaji harus setara atau di bawah Rp5 juta per bulan.

Baca juga: LPS Kembali Turunkan Tingkat Bunga Penjaminan Rupiah

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir yang mengatakan, syarat utama bantuan Rp600 ribu dari pemerintah adalah pegawai dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan. “Setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan,” kata Erick dalam keterangan resminya.


2. Bukan Pegawai PNS dan BUMN

Selain pendapatan per bulan di bawah Rp5 juta, ada syarat kedua yaitu penerima bantuan bukan merupakan pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai BUMN. Fokus bantuan akan diberikan kepada pekerja atau karyawan non-PNS dan BUMN, di mana ada sekitar 13,8 juta pekerja yang akan menerima bantuan.

3. Peserta BPJS Ketenagakerjaan Aktif

Ini bagian yang juga harus dipahami. Penerima bantuan adalah mereka yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan aktif. Hal itu disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan resminya yang mengatakan, pegawai yang berhak harus aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar tepat sasaran.

Baca juga: Mengenal Apa itu Resesi Ekonomi?

Cara Mendapat Bantuan

Apabila telah memenuhi tiga syarat di atas, maka pemerintah akan mentransfer langsung bantuan sebesar Rp600 ribu itu ke rekening pekerja, sehingga bisa meminimalisir penyalahgunaan bantuan. Bantuan akan diberikan dalam dua kali selama empat bulan, masing-masing Rp1,2 juta.

Ditargetkan, pencairan pertama dilakukan di bulan September 2020. "Bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan," kata Erick.

Baca juga: OJK Optimalkan Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional

Saat ini, program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan di bulan September 2020 ini. Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non-PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 11, 2020, 8:08 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.