Pariwisata Bali Dibuka Menjadi Angin Segar Asuransi Perjalanan

Pariwisata Bali Dibuka Menjadi Angin Segar Asuransi Perjalanan

Destinasi wisata Pulau Bali kembali dibuka, namun untuk sementara ini hanya bagi wisatawan lokal  Dibukanya kembali Bali sebagai destinasi wisata domestik pada 31 Juli 2020 menjadi angin segar untuk pelaku industri pariwisata termasuk bisnis asuransi perjalanan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani dalam diskusi Planet Tourism Indonesia 2020 yang digelar oleh MarkPlus Tourism. Dia menilai, dibukanya destinasi wisata seperti Bali, sedikit demi sedikit akan memulihkan industri pariwisata.

Baca juga: Ini Pentingnya Asuransi Perjalanan bagi Penghobi Travelling

Bukan hanya industri pariwisata saja, dibukanya Bali juga menjadi angin segar bagi kelangsungan bagi industri asuransi perjalanan. Pasalnya, dalam merencanakan perjalanan, traveller kini akan beralih ke digital termasuk untuk booking hotel maupun akomodasi.

“Selain itu, wisata domestik akan lebih diminati dibandingkan internasional. Dengan situasi saat ini, asuransi perjalanan juga menjadi lebih penting, karena traveller akan lebih waspada terhadap risiko-risiko yang dapat terjadi saat mereka berwisata,” kata Direktur PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) Donni Gandamana.

Baca juga: 7 Tips Mudah Memilih Asuransi Perjalanan

Asuransi pejalanan dinilai oleh CEO Pacific Asia Travel Association (PATA) Mario Hardy akan menjadi salah satu aspek yang menjadi pertimbangan wisatawan di era next normal. Dengan asuransi perjalanan, risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan bisa terlindungi.

Asuransi perjalanan memberikan perlindungan dari risiko-risiko yang tidak terduga selama melakukan perjalanan seperti kecelakaan, sakit, hingga ketidaknyamanan perjalanan. Di masa pandemi Covid-19, asuransi perjalanan punya peran besar untuk mendukung pelaksanaan protokol clean, health, safety, and environment (CHSE) selama berwisata di daerah tujuan.


Mengapa asuransi perjalanan menjadi penting? Donni menjelaskan, ada empat alasan traveller harus memiliki asuransi perjalanan, yaitu:

1. Melindungi pengguna dari risiko finansial yang diakibatkan oleh pembatalan atau penundaan penerbangan

2. Melindungi pengguna dari berbagai risiko finansial akibat kejadian yang mungkin terjadi selama dalam perjalanan, seperti  kehilangan bagasi, passport, koper, dan barang bawaan lainnya,

3. Melindungi pengguna saat terjadi kecelakaan selama perjalanan yang meliputi menemukan rumah sakit terdekat, penanggungan biaya perawatan akibat kecelakaan, hingga perawatan medis yang disebabkan oleh sakit.

4. Keperluan yang harus ada saat harus berlibur ke negara yang mewajibkan memiliki asuransi perjalanan.

Baca juga: Trik Sukses Klaim Asuransi Perjalanan

Adira Insurance menawarkan produk asuransi perjalanan bernama Travellin yang mampu memberikan perlindungan untuk traveller agar dapat berlibur dengan nyaman. Traveller tidak perlu khawatir apabila mengalami kecelakaan, barang bawaan hilang hingga penundaan atau pembatalan penerbangan pesawat saat melakukan perjalanan.

“Pelanggan Travellin dapat mengajukan klaim dengan cara menghubungi contact center Adira Care untuk perjalanan domestik. Kami berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman saat traveller berwisata di masa pandemi Covid-19,” tambah Donni.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 7, 2020, 8:04 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.