Satgas Waspada Investasi Minta Aktivitas Jouska Dihentikan

Satgas Waspada Investasi Minta Aktivitas Jouska Dihentikan

Dalam beberapa minggu terakhir, PT Jouska Finansial Indonesia menjadi perbincangan hangat di berbagai media. Perusahaan penyedia jasa perencanaan keuangan ini dianggap merugikan kliennya terkait masalah penempatan dana investasi klien dalam instrumen saham dan reksa dana.

Masalah ini pertama kali terkuak dari kicauan beberapa klien Jouska di media sosial yang menjadi viral. Salah satunya adalah cuitan dari akun Twitter @yakobus_alvin yang merupakan klien Jouska pada periode 2018-2019. “Fundamentalis ga akan beli saham IPO Teknikalis membatasi kerugian. Floating loss smp 70% lebih? Ini yakin bisa ngurusin aset orang? Hmmm,” tulisnya.

Pada akhirnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun turun tangan untuk mengurus permasalahan tersebut. Dalam hal ini, Satgas Waspada Investasi (SWI) telah memanggil dalam pertemuan virtual PT Jouska Finansial Indonesia yang dihadiri Aakar Abyasa selaku pemilik dan pemimpin serta pengurus Jouska lainnya.

Baca juga: Tidak Habis-habis OJK Kembali Temukan Entitas Pinjaman dan Investasi Ilegal

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk merespon secara dini pengaduan masyarakat yang merasa dirugikan oleh Jouska. Dalam rapat yang dipimpin Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing tersebut ditemukan fakta mengenai legalitas dan model bisnis Jouska. Fakta tersebut antara lain:

1. PT Jouska Finansial Indonesia mendapatkan izin di Online Single Submission (OSS) untuk kegiatan jasa pendidikan lainnya.

2. Dalam operasinya PT Jouska melakukan kegiatan seperti Penasehat Investasi sebagaimana dimaksud dalam UU Pasar Modal, yaitu pihak yang memberi nasihat kepada pihak lain mengenai penjualan atau pembelian efek dengan memperoleh imbalan jasa.

3. Bahwa PT Jouska melakukan kerja sama dengan PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amarta Investa Indonesia dalam pengelolaan dana nasabah seperti kegiatan Manajer Investasi.


Hasil temuan dalam rapat tersebut, Satgas Waspada Investasi mengeluarkan beberapa poin keputusan agar permasalahan terkait Jouska ini tidak semakin melebar. Keputusan itu, yaitu:

a. Menghentikan kegiatan PT Jouska Finansial Indonesia yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penasehat Investasi dan/atau Agen Perantara Perdagangan Efek tanpa izin.

b. Menghentikan kegiatan PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amarta Investa Indonesia yang diduga melakukan kegiatan Penasehat Investasi, Manajer Investasi atau Perusahaan Sekuritas tanpa izin.

c. Melakukan pemblokiran situs, web, aplikasi dan medsos ketiga perusahaan tersebut melalui Kemenkominfo.

Baca juga: Perkuat Kebijakan, OJK Lantik Pimpinan Satuan Kerja Baru

d. Meminta PT Jouska bertanggungjawab menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi dengan nasabah secara terbuka dan mengundang nasabah untuk diskusi menyelesaikan masalah tersebut. Masyarakat yang merasa dirugikan diminta agar menghubungi PT Jouska.

e. PT Jouska diminta segera mengurus perizinan sesuai kegiatan usahanya.

Pada kesempatan itu, Tongam menyatakan, Founder dan CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno menerima keputusan rapat Satgas Waspada Investasi tersebut. "Kita saat ini sedang membangun pasar modal yang kredibel dan terpercaya. Masyarakat yang ingin melakukan investasi di pasar modal agar selalu meneliti izin kegiatan perusahaan baik sebagai penasehat investasi, manajer investasi atau perusahaan sekuritas," katanya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 29, 2020, 10:04 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.