Kenali Cara Efektif dan Aman Mengelola Keuangan (Bagian Kedua)

Kenali Cara Efektif dan Aman Mengelola Keuangan (Bagian Kedua)

Pada artikel berjudul Kenali Cara Efektif dan Aman Mengelola Keuangan (Bagian Pertama), sudah dijelaskan bahwa untuk langkah pertama agar mencapai kestabilan keuangan di masa depan adalah menentukan tujuan keuangan, baik itu jangka pendek, menengah, dan panjang. Pertanyaannya, Bagaimana cara memulainya?

2. Simpan Uang dalam Instrumen Investasi Berisiko Rendah

Ketika Anda sudah menyisihkan sebagian dari pendapatan, langkah selanjutnya adalah menabung. Tabungan Anda bisa disimpan dalam bentuk instrumen berisiko rendah. Instrumen investasi berisiko rendah tidak memerlukan biaya yang besar. Apa saja instrumen investasi berisiko rendah yang dapat menjadi langkah pertama perjalanan investasi Anda?

a. Deposito

Menempatkan dana di deposito lebih menguntungkan dibandingkan tabungan karena memberikan tingkat bunga lebih besar. Deposito berjangka memiliki rentang waktu yang beragam mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan. Dahulu, masyarakat menganggap membuka deposito harus memiliki dana yang besar. Saat ini, Anda bisa membuka deposito berjangka mulai dari satu juta rupiah

Baca juga: Mau Berinvestasi? Ini Lima Pilihan Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan

b. Surat Utang (Obligasi)

Surat utang mirip deposito karena resikonya rendah dengan tingkat imbal balik yang relatif lebih tinggi. Ada tiga jenis produk yang bisa Anda beli, yaitu Savings Bond Ritel (SBR), Obligasi Ritel Indonesia (ORI), dan Sukuk Tabungan (ST). Kalau investasi di SBR, ORI dan ST, Anda akan menerima pembayaran (kupon) setiap bulan. Anda bisa membeli ketiga produk tersebut melalui fitur e-SBN pada saat peluncuran perdana produk tersebut dengan jumlah investasi awal mulai dari satu juta rupiah saja.


c. Surat Utang (Obligasi Pasar Sekunder)

Pasar sekunder kini menaungi tiga tipe obligasi yang dapat diperdagangkan seperti FR, INDON dan INDOIS. Sebelumnya, untuk nasabah dapat memasuki pasar sekunder harus memiliki modal awal yang besar mulai dari seratus juta rupiah. Nasabah kini memiliki kesempatan untuk mengakses pasar sekunder tanpa harus menyiapkan dana yang besar.

Baca juga: Keluarga Perlu Investasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

3. Jangan Lupa, Siapkan Dana Darurat

Dana darurat adalah hal yang tidak kalah pentingnya dalam menjalani hidup yang penuh dengan ketidakpastian. Satu contoh konkret adalah masa pandemi Covid-19, di mana ketidakpastian ekonomi sedang melanda negara. Pengelolaan keuangan dengan memanfaatkan ragam peluang investasi yang berisiko rendah tidak hanya dapat digunakan sebagai dana darurat tetapi juga untuk memperoleh keuntungan.

Managing Director Head of Digital Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Leonardo Koesmanto mengatakan, kegiatan perbankan yang termasuk di dalamnya pengelolaan keuangan kerap dianggap rumit oleh masyarakat. Lama waktu yang dibutuhkan dan proses yang cenderung panjang sering dinilai sebagai hambatan bagi setiap orang yang ingin memulai perjalanan keuangan mereka. Akan tetapi, pengelolaan keuangan yang seimbang menjadi kunci kebebasan dan kestabilan ekonomi individu.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 27, 2020, 10:58 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.